Rabu, 13 November 2019


Polres Ungkap Hasil Ops Pekat 2019

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 120
Polres Ungkap Hasil Ops Pekat 2019

RILIS - Kapolres Landak AKBP Bowo Gede Imantio menggelar press rilis pengungkapan kasus Ops Pekat 2019. Sejumlah pelaku dan barang bukti juga ditampilkan ke hadapan awak media dalam kegiatan tersebut.

NGABANG, SP - Polres Landak menggelar press rilis hasil Operasi Penyakit Masyarakat (Ops Pekat) tahun 2019. Press rilis itu sendiri dipimpin langsung Kapolres Landak, AKBP Bowo Gede Imantio, Kamis (4/7)

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Wakapolres Landak, Kompol Herman, Kasat Reskrim Iptu Idris Baraka, Kasat Narkoba Iptu Pandia dan sejumlah pejabat dilingkungan Polres Landak. Saat press rilis tersebut, para tersangka dan barang bukti juga turut ditampilkan. 

Menurut Kapolres, dalam Ops Pekat 2019, pihaknya melakukan pengungkapan berbagai kasus Pekat. Kasus tersebut seperti judi, narkoba, Miras, petasan, premanisme, prostitusi, Senpi dan Sajam. 

“Sejumlah tersangka juga kita amankan. Setidaknya ada 20 tersangka yang kita amankan berikut barang buktinya. Ada juga pelaku yang kita beri pembinaan seperti kasus miras, petasan, premanisme, senpi dan sajam,” terang Bowo. 

Dijelaskannya, untuk kasus perjudian terjadi disejumlah Kecamatan di Landak. Perjudian tersebut berjenis judi kartu domino, judi kartu dan judi togel. 

"Para pelaku sudah kita tetapkan sebagai tersangka, berikut barang bukti juga kita amankan," kata Bowo. 

Dikatakannya, pada Ops Pekat itu Polres Landak melalui Satreskrim juga berhasil mengungkap kasus narkoba yang terjadi disejumlah Kecamatan di Landak. 

"Kita juga mengamankan sejumlah tersangka berikut barang bukti. Pada Ops Pekat ini pun, kita mengungkap kasus miras yang kita dapat disejumlah warung dan kafe milik warga di sejumlah kecamatan. Hanya saja, para pemilik warung hanya kita berikan pembinaan saja," imbuhnya.

Ditambahkannya, untuk kasus petasan, premanisme, prostitusi, senpi dan sajam, pelakunya juga hanya diberikan pembinaan berupa membuat surat pernyataan. 

"Kasus-kasus itupun terjadi juga disejumlah kecamatan di Landak. Untuk kasus kepemilikan Senpi, masyarakat dengan penuh kesadaran menyerahkan Senpi rakitannya kepada polisi. Hal itu berkat adanya imbauan dari Bhabinkamtibmas setelah kita menjelaskan aturan hukum kepemilikan Senpi," ungkap Kapolres. 

Bowo berharap kepada pelaku kasus lainnya yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Landak untuk menyadari jika kasus yang sudah dilakukannya itu merupakan kasus yang melanggar hukum. 

“Jangan pula kalian malah mengulangi lagi perbuatan melawan hukum. Saya minta kalian bisa berubah setelah menjalani hukuman. Kembalilah dilingkungan masyarakat dengan berbuat baik," pesan Bowo dihadapan para tersangka. 

Hal sama juga dikatakan salah satu tokoh masyarakat Landak, Ya' Mulyono. 

"Saya juga berharap kepada para pelaku kejahatan supaya bisa kembali lagi ditengah-tengah masyarakat dilingkungannya. Berbuat baiklah ditengah-tengah masyarakat. Jangan pula malah mengulangi lagi perbuatannya," kata Mulyono. 

Terkait dengan Ops Pekat yang dilaksanakan jajaran Polres Landak, Mulyono menyambut baik adanya kegiatan tersebut.
 
"Saya tetap mendukung apa pun yang dilakukan Polri dalam upaya mengurangi angka kriminalitas di wilayah hukum Polres Landak. Bila perlu, kami pun bisa dilibatkan dalam operasi tersebut," harapnya. (dvi/nak)
 
Dukung Upaya Kepolisian

Salah satu masyarakat Kota Ngabang, Hadari merespon positif adanya pelaksanaan Operasi Pekat yang dilakukan jajaran Polres Landak. Dia menganggap, operasi itu sebagai bentuk upaya dari Polres Landak untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat dari sasaran kejahatan.
 
"Operasi Pekat ini memang rutin dilakukan jajaran Polri karena sudah menjadi agenda tetap dari jajaran Polri, termasuklah Polres Landak," ujar Hadari, Kamis (4/7) 

Menurutnya, saat ini jajaran Polres Landak tengah giat-giatnya mengimbau masyarakat untuk kembali mengaktifkan kegiatan Poskamling disekitar tempat tinggal. 

"Bahkan, Poskamling ini sampai diperlombakan oleh Polda Kalbar dalam rangka memeriahkan HUT Bhayangkara tahun 2019. Hal ini menunjukan keseriusan Polri untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakatnya," imbuhnya. 

Hanya saja, Hadari menyayangkan karena kegiatan Poskamling sudah mulai menghilang ditengah-tengah masyarakat. 

"Setau saya, waktu menjelang Pemilu 2019 lalu, ada sejumlah RT di Kota Ngabang ini melaksanakan kegiatan Poskamling. Tapi usai Pemilu, ada RT yang tidak lagi melanjutkan kegiatan Poskamlingnya. Mudah-mudahan ke depannya kegiatan Poskamling bisa dilakukan kembali oleh masyarakat,” pungkasnya. (dvi/nak)