Jumat, 13 Desember 2019


Sejumlah Pejabat Pemkab Landak Dirotasi

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 307
Sejumlah Pejabat Pemkab Landak Dirotasi

SAKSIKAN - Bupati Landak menyaksikan penandatanganan Berita Acara pelantikan pejabat Eselon dilingkungan Pemkab Landak. Sebanyak 13 orang pejabat Eselon dirotasi dan dipromosikan oleh Bupati. Ist

NGABANG, SP - Bupati Landak, Karolin Margret Natasa kembali melantik dan mengambil sumpah janji jabatan 13 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di lingkungan Pemkab Landak, Kamis (18/7). 

Ketiga belas pejabat yang dilantik itu terdiri dari Eselon II delapan orang,  Eselon III dua orang dan Eselon IV tiga orang. Pejabat Eselon II yang dirotasi itu yakni Kepala Bappeda, Theresia Limawardhani yang dirotasi ke Asisten Administrasi Umum, Kadis Perhubungan, Ependi dirotasi ke Kaban Pendapatan Daerah, Kaban Pendapatan Daerah, Alexander dirotasi ke Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Asisten Perekonomian, Jaya Saputra dirotasi ke Kadis Perhubungan. 

Kemudian, Sekretaris DPRD Landak, Julimus dirotasi ke Kepala Bappeda, Asisten Administrasi Umum, Bernadus ke Sekretaris DPRD Landak. Selanjutnya, Kadis Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup, Herman Masnur dirotasi ke Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Posisi jabatan yang ditinggalkan Herman Masnur diisi Banda Kolaga yang sebelumnya menjabat Kepala BPBD. 

 “Mutasi dan rotasi adalah hal yang biasa dalam suatu organisasi pemerintahan. Hal ini merupakan proses penyegaran dan penyesuaian kebutuhan personel dan akan selalu ada selama kebutuhan dan situasi organisasi menghendaki,” ujar Karolin dalam sambutannya.

“Oleh karena itu, jabatan yang diberikan harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, komitmen serta mampu membangun kerjasama dalam suatu organisasi, sehingga dapat memberikan hasil kerja yang maksimal dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” lanjutnya lagi.

Ia menyebut bahwa pelantikan yang dilaksanakan telah melalui tahapan sesuai dengan mekanisme mutasi dan rotasi Aparatur Sipil Negara (ASN), yakni berdasarkan penilaian oleh tim penilai kinerja ASN dilingkungan Pemkab Landak.

“Perlu saya sampaikan, dalam memberikan pertimbangan tersebut tidaklah mudah dilaksanakan. Sebab, dalam menempatkan seseorang dalam suatu jawaban harus melihat track record, masa kerja, latar belakang pendidikan, kompetensi yang dimiliki dan hal-hal yang harus diperhatikan terkait dengan kesesuaian seorang ASN dalam suatu jabatan,” jelasnya.

Karolin juga mengimbau kepada para Kepala OPD harus mampu membina serta membimbing bawahan dan mampu membangun koordinasi, komunikasi serta melakukan kerjasama efektif secara berjenjang.

"Para kepala OPD jangan pilih-pilih, dan harus mampu membina, serta membimbing yang menjadi bawahannya. Jangan sampai ada pegawai di lingkungannya yang tidak diberdayakan, namun akhirnya mengeluhkan kekurangan pegawai," tegasnya. (dvi/nak)