Rabu, 16 Oktober 2019


Bupati Dorong Kades Bentuk BUMDes

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 219
Bupati Dorong Kades Bentuk BUMDes

TINJAU. Bupati Landak, Karolin Margret Natasa meninjau stand dari peserta BID di dua kecamatan. Pada kesempatan itu, bupati terus mendorong kades supaya segera membentuk BUMDes sebelum masa jabatan Karolin berakhir. Ist

NGABANG, SP - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DSPMPD) Landak Bidang Pemberdayaan Masyarakat menggelar kegiatan Bursa Inovasi Desa (BID) Cluster V tahun 2019 di Rumah Radakng Ayak, Kompleks GOR Patih Gumantar Landak, Selasa (13/8). Kegiatan BID itu sendiri diikuti dua kecamatan yakni Kecamatan Ngabang dan Kecamatan Jelimpo.

Kegiatan itu sendiri dibuka langsung Bupati Landak, Karolin Margret Natasa. Hadir dalam pembukaan, Sekda Landak, Vinsensius, staf ahli Bupati Landak, para Asisten Setda Landak, Forkopimda Landak, Kepala OPD dilingkungan Pemkab Landak, Camat Ngabang dan Camat Jelimpo, seluruh Kepala Desa, ketua  Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan pendamping desa di dua kecamatan, tokoh masyarakat dan perwakilan Dewan Adat Dayak Landak.

Ketua panitia penyelenggara, Ezra mengatakan, diselenggarakannya BID itu untuk menjebatani kebutuhan pemerintah desa akan pilihan solusi bagi penyelesaian masalah, serta inisiatif atau alternatif kegiatan pembangunan desa dalam rangka penggunaan Dana Desa yang lebih inovatif.

“Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk inisiatif atau alternatif kegiatan pembangunan desa dalam rangka penggunaan dana yang lebih inovatif dan efisien,” ujar Ezra.

Dalam sambutanya, Bupati Landak, Karolin Margret Natasa menyampaikan, program inovasi desa itu sangat penting untuk program-Program yang harus dilaksanakan ke depannya.

"Acara ini jangan dianggap hanya seremonial. Tetapi jadikanlah motivasi desa untuk melakukan pembangunan serta program-program yang harus dilaksanakan ke depannya," pinta Karolin.

Dalam kesempatan itu, dia mengimbau agar desa tidak terfokus kepada infrastruktur, tetapi juga lebih mengutamakan pembangunan manusia dan ekonomi.

"Kepada Bapak atau Ibu Kades yang selama ini membangun infrastruktur dengan program inovasi desa ini lihat juga pembangunan yang bersifat pembangunan manusia dan pengembangan ekonomi. Saya memahami persoalan infrastruktur adalah persoalan yang paling mendominasi di desa-desa, tetapi tolong dibagi porsinya. Karena semua harus berjalan bersama bahwa pembangunan infrastruktur tanpa ada pembangunan manusia dan ekonomi tidak akan menghasilkan hasil yang baik," ucapnya.

Karolin manergetkan, semua desa di Landak sudah memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebelum berakhirnya masa jabatannya sebagai Bupati Landak. Hal itu mengingat saat ini baru 86 dari 156 desa yang sudah memiliki BUMDes.

"Di Kabupaten Landak kita baru 86 desa memiliki BUMDes dari 156 desa. Target saya, pada saat akhir masa jabatan sebagai Bupati Landak pada tahun 2022 mendatang, 156 desa sudah memiliki BUMDes.Ini merupakan kerja bersama kita dalam membangun desa di Kabupaten Landak," kata Karolin. (dvi)