Kamis, 19 September 2019


Karolin Bertekad Turunkan Angka Kemiskinan

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 121
Karolin Bertekad Turunkan Angka Kemiskinan

SAMBUTAN. Bupati Landak, Karolin Margret Natasa menyampaikan sambutan dalam kegiatan ramah tamah HUT RI ke 74. Dalam sambutannya, bupati bertekad ingin menurunkan angka kemiskinan di Landak. Ist

NGABANG, SP – Bupati Landak, Karolin Margret Natasa bertekad untuk menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Landak. Tekad tersebut diungkapkan Karolin betepatan dengan momentum peringatan HUT Kemerdekaan  RI ke 74.

Hal itu disampaikan Karolin dalam acara ramah tamah dengan para tamu undangan usai upacara bendera HUT Kemerdekaan RI ke-74 di halaman Kantor Bupati Landak, Sabtu (17/8). Dalam kesempatan itu, dia memaparkan salah satu agenda Kabupaten Landak yang sangat penting, yakni menurunkan angka kemiskinan untuk mensejahterakan masyarakat sesuai cita-cita kemerdekaan.

"Momen kemerdekaan ini kita manfaatkan untuk terus bekerja mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Landak.
Saat ini angka kemiskinan kita terus mengalami penurunan. Setiap tahunnya satu persen. Kita tinggal teruskan program yang sudah ada dan disinkronkan dengan pemerintah pusat. Inilah agenda kita ke depan untuk terus mensejahterakan masyarakat sesuai dengan cita- cita kemerdekaan bangsa Indonesia," katanya.

Dalam kesempatan itu, bupati juga mengajak seluruh masyarakat agar di Hari Kemerdekaan RI ke-74 ini, terus meningkatkan semangat membangun bangsa dan negara agar menjadi lebih baik lagi.

"Kita bersyukur hari ini memperingati hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74. Mari kita manfaatkan momen yang baik ini untuk melakukan refleksi dan terus meningkatkan semangat, baik dari masyarakat maupun aparatur pemerintah agar terus membangun Indonesia menjadi lebih baik lagi dimasa yang akan datang," ujar Karolin.

Upacara bendera memperingati HUT Kemerdekaan ke-74 RI Tahun 2019 di Landak berjalan lancar dan penuh khitmad. Bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) Bupati Landak, Karolin Margret Natasa. Sedangkan komandan upacara Lettu Arm. Eko Yunianto P.U. Upacara bendera itu dimulai tepat pukul 10.00 WIB.

Hadir juga dalam upacara, unsur Forum koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Landak, anggota TNI/Polri, seluruh Kepala Badan, Kantor, Organisasi vertikal dan horizontal di Kabupaten Landak, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) Kabupaten Landak, karyawan swasta di Kabupaten Landak, kelompok Ormas, tokoh masyarakat, tokoh agama dan gabungan mahasiswa serta pelajar di Kabupaten Landak.

Selain itu, antusiasme warga sekitar yang ingin menyaksikan upacara peringatan hari paling bersejarah bagi Bangsa Indonesia tersebut juga sangat banyak di sekitar lokasi upacara.

Suasana berlangsung haru saat dibunyikan sirine detik-detik Proklamasi dan dibacakannya teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang merupakan agenda penting dalam peringatan Kemerdekaan RI. Teks Proklamasi itu dibacakan Ketua DPRD Landak, Heri Saman.

Penaikan bendera merah putih juga berjalan dengan lancar dan penuh hikmad. Seluruh anggota Paskibraka yang bertugas menaikan bendera merah putih menjalankan tugasnya dengan baik tanpa ada hambatan sedikit pun. Begitu juga dengan petugas lainnya yang menunjang lancarnya pelaksanaan upacara.

Setelah  seluruh rangkaian upacara usai dilaksanakan, acara dilanjutkan dengan penyerahan beberapa hadiah penghargaan bagi Balai Penyuluhan Pertanian (BP2K) berprestasi, penyuluh pertanian teladan dan petani berprestasi tingkat Kabupaten Landak oleh Bupati Landak.

Upacara bendera HUT Kemerdekaan RI ini tidak hanya dilaksanakan di tingkat kabupaten saja. Namun di tingkat kecamatan juga dilaksanakan upacara yang sama.

Seperti upacara bendera di Lapangan Sepakbola Desa Serimbu, Kecamatan Air Besar. Bertindak selaku Irup, Camat Air Besar, Heri Sarkinom.

Pada kesempatan itu, Camat Air Besar, Heri Sarkinom mengatakan, sesuai tema HUT RI ke-74 tahun 2019 yakni menuju Indonesia unggul, tema itu menunjukan jika Indonesia sudah merdeka, masyarakat harus mengisi kemerdekaan itu dengan mengisi pembangunan disegala bidang.

"Kita harus terus membangun Indonesia kita di Hari Jadinya yang ke 74 tahun ini. Kita juga harus menjaga hasil pembangunan yang sudah ada saat ini, " pinta Heri.

Disinggung pembangunan yang ada di Kecamatan Air Besar, dia menilai Pemkab Landak tetap akan memperhatikan pembangunan yang ada di kecamatan tersebut.

"Saya mengucapkan terimakasih karena sudah banyak pembangunan yang ada di kecamatan ini dari Pemkab Landak. Seperti contoh, kita sudah memiliki bangunan Puskesmas yang memiliki peratan medis yang memdai. Hal ini menandakan bahwa Ibu Bupati kita sangat konsen untuk melakukan pembangunan di bidang kesehatan, " katanya.

Diapun mengajak masyarakatnya untuk memelihara dan menggunakan sarana pembangunan yang sudah ada di Kecamatan Air Besar dengan baik.

"Kita jangan masak bodoh dengan hasil pembangunan yang sudah diberikan Pemkab Landak kepada kecamatan kita, meskipun pembangunan yang ada itu belum memuaskan masyarakat kita," ajaknya.

Dia juga mengakui, di Landak memang memiliki 13 kecamatan. Sudah barang tentu anggaran pembangunan yang ada itu dibagi juga dengan kecamatan lainnya.

"Jadi, tidak hanya Kecamatan Air Besar saja yang mendapat anggaran pembangunan. Di kecamatan lain di Landak juga mendapat porsi anggaran pembangunan. Tapi anggaran yang tersedia itu, dilihat lagi dengan anggaran yang tersedia untuk kecamatan. Pokoknya, Pemkab Landak tetap berkeinginan untuk menyamaratakan pembangunan yang ada di 13 kecamatan di Landak, sehingga tidak ada kecamatan yang merasa dianaktirikan oleh Pemkab, Pemprov maupun Pempus, " jelasnya. (dvi/hms)

Minta Normalkan Listrik

Salah satu masyarakat Desa Serimbu, Ata berharap kepada Pemkab Landak, Pemprov Kalbar dan Pempus untuk terus membangun Kecamatan Air Besar.

"Memang kita sudah merdeka. Namun saya sendiri belum merasakan kemerdekaan itu. Memang ada pembangunan yang sudah dilakukan di kecamatan kita. Tapi kita lihat, pembangunan yang ada itu belumlah begitu merata, " akunya.

Dia memaknai kemerdekaan itu sebagai salah satu bentuk dalam pemberian pembangunan.

"Kita melihat kami di Kecamatan Air Besar ini masih terkendala dengan masalah listrik yang sering padam. Menurut saya, arti kemerdekaan itu jika kita sudah menikmati segala fasilitas yang ada di wilayah tempat tinggal kita, " katanya.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah yang sudah memperhatikan pembangunan di Kecamatan Air Besar.

"Kami juga siap memelihara pembangunan yang sudah ada di kecamatan ini. Hanya satu saja, saya berharap Pemkab Landak bisa menormalkan kembali listrik yang ada di kecamatan kami yang sering padam. Memang kita ketahui, urusan listrik ini bukan urusannya Pemkab. Tapi setidaknya Pemkab Landak bisa menjadi penyambung lidah kami ke PLN untuk mempertanyakan masalah listrik ini, " pintanya. (dvi)