Sabtu, 21 September 2019


Puskesmas Karangan Bentuk Kader Konselor Remaja

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 54
Puskesmas Karangan Bentuk Kader Konselor Remaja

NGABANG, SP - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak melalui Puskesmas Karangan Kecamatan Manpawah Hulu menggelar pelatihan kader kesehatan bagi remaja di SMA Negeri 1 Mempawah Hulu, Senin (9/9).

Kegiatan pelatihan kader kesehatan bagi remaja itu merupakan pelatihan yang diadakan oleh tim kesehatan Puskesmas Karangan untuk menyiapkan 10 orang pelajar menjadi Penyuluh Kesehatan Peduli Remaja (PKPR).

Peserta kegiatan pelatihan kader kesehatan bagi remaja itu merupakan peserta didik SMA Negeri 1 Mempawah Hulu kelas 10 dan Kelas 11. Pemilihan peserta didik kelas 10 dan kelas 11 untuk menjadi peserta, karena mereka masih bisa melatih dan mengajar teman-teman seangkatan dan yang di bawahnya.

Menurut dokter Puskesmas Karangan, dr. Felly Novelia mengatakan, Puskesmas Karangan membentuk kader PKPR bertujuan untuk menyiapkan kader sekolahan supaya bisa menjadi teman konselor bagi teman sebaya Diharapkan para kader bisa membantu teman-temanya yang membutuhkan bantuan dalam berkaitan masalah remaja atau menjadi teman curhat bagi teman sebaya.

"Kenapa kami peduli dan membentuk PKPR, karena kami mau menurunkan kasus yang berkaitan dengan reproduksi remaja, seperti menikah diusia muda atau menurunkan angka kejadian penyakit menular  seperti Infeksi Menular Seksual (IMS) dikalangan remaja. Meskipun di Kecamatan Mempawah Hulu data remaja yang terkena IMS sedikit, tapi tidak menutupi kemungkinan ada remaja yang terkena IMS, dan malu untuk berobat,” ujar Felly.


Dikatakannya, SMA N 1 Karangan dipilih sebagai sekolah percontohan se Kecamatan Mempawah hulu untuk yang pertama kalinya melaksanakan pemilihan kader PKPR.

"Dengan terbentuknya sekolah percontohan dan kader PKPR, diharapkan sekolah lain bisa belajar dari sini nantinya. Selain itu, dengan  terbentuknya kader PKPR mereka bisa mengajari keluarga dan masyarakat tentang bahayanya penyakit HIV AIDS dan penyakit menular lainnya akibat seks bebas,” jelas Felly.


Dia juga mengatakan, dalam materi pelatihan kader kesehatan bagi remaja, tim kesehatan Puskesmas Karangan juga menyampaikan bagaimana prosedur Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) yang sebenarnya.

"Hal ini juga kami sampaikan kepada siswa-siswi SMA Negeri 1 Mempawah Hulu, bahwa tidak semua orang yang kecelakaan bisa diangkat begitu saja, karena hal ini bisa saja memperburuk kondisi seorang yang mengalami kecelakaan. Untuk itu kita berikan juga materi P3K ini,” tambah Felly.

Di tempat terpisah, Bupati Landak, Karolin Margret Natasa mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan Puskesmas Karangan yang telah menggelar pelatihan kader kesehatan bagi remaja dan pemilihan kader PKPR.

"Saya sangat mengapresiasi dan mendukung penuh tindakan atau langkah yang diambil Puskesmas Karangan untuk melatih kader kesehatan bagi remaja dan membentuk kader PKPR. Ini sebagai langkah positif untuk kalangan milenial terkait permasalahan kesehatan,” ujar Karolin.

Dia menyampaikan, dengan adanya dan terpilihnya kader PKPR yang merupakan teman sebaya, diharapkan permasalahan yang ada  dikalangan remaja dapat dipecahkan dikalangan mereka sendiri.


"Terutama disaat ada remaja yang membutuhkan pertolongan pertama dan pelayanan kesehatan, maka PKPR harus selalu siap dan segera membantu atau  menolongnya melalui pendekatan sesama remaja atau teman sebaya, sehingga kedepannya kita berharap dapat menurunkan angka kenakalan remaja di Kecamatan Mempawah Hulu khususnya dan Kabupaten Landak khususnya, ” tutup Karolin. (dvi)