Senin, 14 Oktober 2019


Pemkab Landak Panen Padi Lokal

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 29
Pemkab Landak Panen Padi Lokal

PANEN - Pemkab Landak melalui DPPKP melaksanakan panen padi pemurnian tiga varietas padi lokal asal kabupaten itu. Bupati berharap, panen padi pemurnian tiga varietas padi lokal itu dapat berjalan sesuai harapan. IST

NGABANG, SP - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak melalui Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) panen padi pemurnian tiga varietas padi lokal asal Kabupaten Landak. Ketiga varietas padi lokal itu yakni, padi lokal poron, padi lokal merah dan padi lokal sangkik.

Ketiga varietas padi lokal yang dimurnikan dipanen oleh tim pemurnian padi lokal di lahan sawah Badan Penyuluhan Pertanian (BP2K) Kecamatan Jelimpo, tepatnya di Desa Tubang Raeng, Jumat (4/10).

Panen padi lokal itu dihadiri Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura DPPKP Landak, Kabid Ketahanan Pangan DPPKP Landak, pengawas benih Kabupaten Landak, Kepala Badan Penyuluhan Pertanian (BP2K) Kecamatan Jelimpo dan tim pemurnian padi lokal Kabupaten Landak.

Pengawas Benih Kabupaten Landak, Benhard Samosir mengatakan, kegiatan itu bertujuan untuk menyiapkan benih sumber, deskripsi, karakteristik untuk sementara dan pelestarian sumber plasma nutfah.

"Dimana, dari ke tiga jenis padi lokal ini merupakan ciri khas daerah Kabupaten  Landak yang ditanam petani secara turun temurun," ujar Benhard.

Dia juga menyampaikan, dari hasil panen itu, benih yang sudah dilakukan seleksi dipertanaman yang rencananya akan dikembangkan dan akan didaftarkan ke perlindungan varietas tanaman di Kementrian Pertanian RI melalui kerjasama dengan BPTP Provinsi Kalimantan Barat.

"Ketiga varietas padi lokal tersebut yang nantinya menjadi hak paten jenis padi lokal Kabupaten Landak. Ke depannya, akan kita usulkan kembali untuk dimurnikan, sehingga pengkarateristikan dari tiga jenis ini betul-betul valid. Benih sumber murni juga tidak tercampur dengan jenis padi lain," katanya.

Sementara itu, Kepala BP2K Kecamatan Jelimpo, Virminus mengatakan, kegiatan permurnian varietas padi lokal itu berjalan lancar, meskipun masih ada beberapa kendala dalam pelaksanaannya, tetapi semua itu dapat diatasi bersama.

"Saya berharap ke depan kegiatan pemurnian padi lokal ini dapat berjalan sesuai harapan sampai didapatkan deskripsi yang bersifat final dari ketiga jenis varietas padi lokal yang telah dimurnikan dan patut dilestarikan. Sebab, memiliki sifat unggul dari rasa dan aromanya yang khas," jelas Virminus.

Di tempat berbeda, Bupati Landak, Karolin Margret Natasa mengapresiasi dan mendukung penuh langkah yang dilakukan oleh DPPKP Landak untuk terus memurnikan dan mempertahankan varietas padi lokal asli Kabupaten Landak.

"Saya mengapresiasi dan mendukung penuh langkah atau tindakan yang dilakukan oleh DPPKP Landak yang terus menerus untuk memurnikan varietas padi lokal dan menghak patenkan bahwa ketiga varietas padi lokal tersebut hak milik Kabupaten Landak," ujar Karolin di Pendopo Bupati Landak.

Dia juga menyampaikan, selama ini para petani tradisional secara turun-temurun telah menanam beberapa jenis varietas padi, terutama ketiga varietas padi lokal poron, padi lokal merah dan padi lokal sangkik. Hal itu hanya untuk mempertahankan atau pelestarian sumber plasma nutfah.

"Kami merasa bahwa untuk bisa menghasilkan produk padi unggul cocok dengan situasi, cuaca dan lingkungan yang ada di Kabupaten Landak. Serta juga para petani kami telah familiar terhadap ketiga varietas padi tersebut. Maka itu kami ingin mengembangkan jenis padi lokal yang selama ini ada di Kabupaten Landak," tutup Karolin. (dvi)

Tembus Pasar Modern

Sebelumnya, Pemkab Landak bekerjasama dengan CU Semarong dan Banuri Harapan Kita untuk memasarkan produk beras lokal Landak di sejumlah pasar modern yang ada di kabupaten itu, maupun di Kota Pontianak.

"Kami selaku pemerintah kabupaten akan berupaya untuk membantu petani dalam memasarkan produk mereka. Makanya kita akan menggandeng berbagai pihak untuk proses pemasaran tersebut," kata Bupati Landak Karolin, belum lama ini.

Selain menembus pasar moder yang ada di kabupaten Landak dan Kota Pontianak, beras lokal Landak juga dipasarkan di rumah makan yang ada di Bandara Internasional Supadio.

Menurut Karolin dengan cakupan wilayah yang cukup luas, Kabupaten Landak menjadi salah satu daerah yang memiliki limpahan hasil panen padi yang sangat berlimpah. Dengan hasil panen yang sangat berlimpah itu, pihaknya harus membuka jalur perekonomian yang menjanjikan bagi para petani jika beras yang dihasilkan dapat terpasarkan dengan baik.

"Inilah cara kita memasarkan beras lokal kita masuk di pasar modern, kita memiliki hasil panen padi yang sangat berlimpah dan terobosan ini saya rasa dapat menopang meningkatnya sektor perekonomian di Kabupaten Landak. Ke depan, kita akan memasarkan beras lokal ini di seluruh wilayah Kalbar," katanya. (hms/dvi)