Senin, 18 November 2019


Santri Diminta Jadi Pelopor Perdamaian

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 65
Santri Diminta Jadi Pelopor Perdamaian

HARI SANTRI - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Landak menggelar upacara bendera peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke lima tahun 2019, di halaman Kantor Kemenag Landak, Selasa (22/10). IST

NGABANG, SP - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Landak menggelar upacara bendera peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke lima tahun 2019, di halaman Kantor Kemenag Landak, Selasa (22/10). Ini merupakan kali pertama upacara peringatan HSN digelar di Kantor Kemenag Landak. 

Upacara bendera yang berlangsung khidmat itu dihadiri jajaran Forkopimda Landak, keluarga besar Kantor Kemenag Landak, tokoh agama, ormas Islam, santri, pelajar dan tamu undangan lainnya. Bertindak selaku inspektur upacara, Staf Ahli Bupati Landak, Nikolaus. 

Adapun tema yang diusung dalam peringatan HSN ke lima tahun 2019 ini adalah “Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia”.

Usai upacara bendera, Nikolaus mengatakan, Pemkab Landak sangat mendukung dilaksanakannya upacara peringatan HSN. Apalagi ini merupakan kali pertama digelar di Kabupaten Landak.

"Menurut informasi dari Kantor Kemenag Landak, upacara peringatan HSN ini merupakan kegiatan pertama kalinya. Oleh karena itu, kita Pemkab Landak memang sangat mendukung," ujar Nikolaus.

Menurutnya, upacara peringatan HSN ini sesuai dengan semangat para santri. Semangat itu pun mengacu pada UUD 1945 dan NKRI.

Para santri sebagai anak bangsa juga berkomitmen ikut dalam pembangunan. Sebagai genarasi muda yang mendapat pendidikan iman dan mental di pondok pesantren, santri diharap menjadi generasi baik penerus bangsa. 

“Ke depan kita berharap para santri ini lebih baik lagi. Menjadi generasi baik sebagai penerus bangsa," harap Niko.

Seperti diketahui, Hari Santri Nasional (HSN) jatuh pada tanggal 22 Oktober setiap tahunnya. Peringatan ini ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 22 Oktober 2015 di Masjid Istiqlal Jakarta. Penetapan HSN dimaksudkan untuk meneladankan semangat jihad kepada para santri tentang keindonesiaan yang digelorakan para ulama. 

Tanggal 22 Oktober merujuk pada satu peristiwa bersejarah, yakni seruan yang dibacakan oleh Pahlawan Nasional KH Hasjim Asy'ari pada 22 Oktober 1945. Seruan ini berisikan perintah kepada umat Islam untuk berperang (resolusi jihad) melawan tentara Sekutu yang ingin menjajah kembali wilayah Republik Indonesia pasca Proklamasi Kemerdekaan. 

Aspek lain yang melatarbelakangi penetapan HSN ini adalah pengakuan resmi Pemerintah Republik Indonesia atas peran besar umat Islam dalam berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan serta menjaga NKRI. 

Di Kabupaten Landak, saat ini ada enam pondok pesantren yang memiliki ribuan santri. Keenam pondok pesantren itu berada di Kecamatan Ngabang, Kecamatan Mandor dan Kecamatan Sebangki.

Pimpinan Pondok Pasantren Nurul Islam Ngabang, Kabupaten Landak, KH. Lukman Qosim berharap agar para santri bisa menjadi pelopor perdamaian dunia di tengah maraknya radikalisme dan gerakan yang akan memecah belah umat manusia, terutama umat muslim.

"Hal ini kita buktikan bahwa di dalam komunitas santri itu memang sudah menjadi contoh pluralisme bagi masyarakat. Para santri pun bisa berkolaborasi dengan masyarakat lainnya," ujar Luqman.

Dikatakannya, Pondok Pasantren Nurul Islam memang sudah menekan kepada para santri untuk mencintai para ulama, tanah air dan cintai kepada sesama.

"Hal itu merupakan ajaran dari pondok pesantren yang ada. Demikian juga kita mengajari mereka untuk selalu mencintai lingkungan," jelasnya.

Menurut Luqman, saat ini setidaknya ada dua ribu santri yang ada di Pondok Pasantren Nurul Islam. Semuanya berasal dari Kabupaten Landak dan tidak ada yang berasal dari luar Kabupaten Landak. 

“Kita juga ada mendapatkan bantuan dari Kantor Kemenag Landak untuk kegiatan-kegiatan yang ada di pondok pasantren ini. Meski demikian, kita juga bisa mandiri untuk mengembangkan pondok pasantren ini," katanya. (dvi)

Berperan di Tengah Pluralisme

Plt Kepala Kantor Kemenag Landak, H. Hasib Arista mengatakan, sesuai dengan tema dari peringatan HSN ke lima tahun 2019, ke depan para santri diharap lebih banyak menampakkan jati dirinya dalam berpartisipasi dan berbuat di tengah-tengah masyarakat yang prulal.

"Para santri juga diharap bisa mengambil alih peranan lebih besar dalam perdamaian dunia, sebagaimana tema yang sudah diambil dalam peringatan HSN tahun 2019 ini," ujarnya.

Dikatakannya, Kantor Kemenag Landak memang sangat mendukung adanya kegiatan ini, apalagi peringatan HSN sangat positif untuk kemaslahatan umat.

"Kemudian dalam rangka mempopulerkan keberadaan santri di tengah-tengah masyarakat, kami bersama pondok pesantren di Landak selalu berbuat untuk kemajuan, terutama NKRI dan khususnya di Kabupaten Landak ini," katanya.

Hasib mengakui, upacara peringatan HSN tahun 2019 ini memang merupakan kali pertama digelar di Kantor Kemenag Landak. Ke depan, kegiatan serupa akan kembali digelar pada tahun-tahun berikutnya.

"Kegiatan ini memang sangat positif di tengah-tengah masyarakat. Memang banyak hal yang harus diperbuat dalam rangka syiar Islam di tengah-tengah masyarakat yang mayoritas non muslim. Namun kita tetap menunjukkan bahwa umat Islam di Landak ini bisa berbuat untuk kemajuan Kabupaten Landak, terutama dari sisi keagamaan," ujarnya.

Diterangkannya, saat ini ada enam pondok pesantren di Kabupaten Landak. Keenam pondok pesantren itu berada di Kecamatan Ngabang, Kecamatan Mandor dan Kecamatan Sebangki.

"Untuk ke depannya, kita perlu melakukan pembinaan, terutama aturan yang menyangkut pondok pesantren dan santri yang ada. Kita juga berharap pondok pesantren yang ada ini terus berbenah," pungkasnya. (dvi)