Rabu, 11 Desember 2019


Pilkades Ajang Kompetisi Inovasi Desa

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 56
Pilkades Ajang Kompetisi Inovasi Desa

COBLOS – Bupati Landak, Karolin Margret Natasa menyalurkan hak pilihnya dalam Pemilihan Kepala Desa Serentak Tahun 2019 di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 02, Desa Hilir Tengah Dusun 1 Ngabang, Senin (18/11).

BENGKAYANG, SP - Sebanyak 50 desa se Kabupaten Bengkayang akan melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada 19 Desember 2019 mendatang. Pilkades mencakup 14 dari  17 kecamatan yang ada di Bengkayang. Dari 50 desa, ada 19 desa yang calon kadesnya lebih dari lima orang. Mereka pun harus ikut uji kompetensi kades yang dilakukan 13 November kemarin. 

Tokoh Pemuda Bengkayang, Dedy Fernando mengatakan Pilkades adalah ajang terbaik bagi masyarakat mencari dan memilah sosok pemimpin yang layak. Pemimpin yang memiliki inovasi dan gagasan baru untuk perkembangan serta kemajuan desa. 

Dengan momen bersamaan tersebut, diharapkan masyarakat berperan aktif dan bisa memilih kepala desa sesuai hati nurani. Pasalnya, kades jadi penentu baik buruknya pembangunan.

"Kepala desa harus memiliki inovasi dalam pengembangan desa sehingga anggaran- anggaran yang diberikan pemerintah dapat terarah dengan baik dan bisa dinikmati seluruh masyarakat,” kata Dedy yang juga pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) itu, Senin (18/11). 

Menurutnya, salah satu peran penting desa adalah membangun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Selama ini, perhatian kepala desa masih beragam. Dari aktif, sampai tak peduli.

"Para kades harus memiliki jiwa yang terbuka kepada masyarakat, supaya bisa tercapai kesejahteraan dan pembangunan di desa sesuai dengan visi misi Presiden RI," ujarnya. 

Ketua P-ABDESI Bengkayang, Rezza Herlambang mengatakan Pilkades adalah momen menentukan bagi masa depan daerah. Karena dengan hak istimewa melalui UU Desa yang diberikan, desa menjelma menjadi kekuatan besar yang mampu menggerakkan masyarakat. Bahkan mampu menggerakkan ekonomi daerah dan sesuai tujuan akhir yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Dalam proses tahapan Pilkades ini kami melihat secara umum sudah baik. Hanya saja tentang uji kompetensi yang dilaksanakan, kami dari P-Apdesi ingin ada semacam psikotes selain tes akademik tertulis,” katanya. 

Bukan tanpa alasan. Dia menilai jabatan kades selain memerlukan intelejensi yang cukup, juga membutuhkan kecerdasan emosional. Setiap saat, kades bersentuhan dengan kepentingan berbagai kelompok masyarakat dengan karakter dan sifat yang beranekaragam. 

“Selain itu setiap keputusan yang akan diambil nantinya juga diharapkan haruslah adil dan bijaksana. Karena menyangkut orang ramai. Kami mengharapkan ke depan agar dibuat materi uji kompetensi dengan psikotes,” katanya.

Dia pun mengajak semua pihak berpartisipasi sesuai aturan dan terpilih pemimpin-pemimpin yang amanah. Serta merangkul semua masyarakat, punya kompetensi, mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan memanfaatkan perkembangan IPTEK.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa dan Daerah Tertinggal (DPMPD2T) Bengkayang, Dodorikus mengatakan terdapat tiga kecamatan yang desanya tidak melaksanakan Pilkades serentak yakni Kecamatan Jagoi Babang, Siding dan Ledo.

"Namun, dengan tingginya minat masyarakat mendaftar menjadi calon kepala desa, ada 19 desa yang pendaftarnya lebih dari lima orang. Sehingga untuk menemukan lima orang dilakukan tes kompetensi oleh panitia Pilkades kemarin, dan hasilnya telah keluar," ujarnya. 

Tingginya minat masyarakat pun diharap jadi indikator kades terpilih bisa membawa kemajuan desa.

"Kami berharap hingga pemilihan nanti, proses berjalan dengan lancar, tertib dan aman. Kami minta masyarakat yang desanya laksanakan Pilkades ikut berpartisipasi terutama yang memiliki hak memilih. Dan bagi calon kades juga harus siap menerima kekalahan dan jika menang juga jangan melakukan euforia berlebihan,” tutupnya. (nar/bls)

Landak Duluan

KABUPATEN Landak lebih dulu memulai Pilkades Serentak, Senin (18/11). Bupati Landak, Karolin Margret Natasa pun ambil bagian dengan menyalurkan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 02, Desa Hilir Tengah Dusun 1 Ngabang, Senin pagi. Dia didampingi Kapolres Landak beserta dan Danyon Armed 16/Komposit yang juga memantau langsung kondisi lapangan Pilkades Serentak.

“Pelaksanaan dan prosesnya sama seperti pemilihan umum yang lainnya dan yang terpenting masyarakat harus lebih aktif dan cerdas dalam memilih," ucap Bupati Landak.

Dia berharap mulai di hari pencoblosan, penghitungan dan penetapan kades terpilih, dapat berlangsung dengan aman dan lancar.

"Proses hari pencoblosan Pilkades Serentak ini akan kami pantau bersama Kapolres Landak, Dandim 1201/Mempawah, Danyon Armed 16/Komposit beserta jajarannya dan instansi terkait hingga sampai proses penghitungan dan penetapan kades terpilih. Dan saya berpesan kepada calon kades yang terpilih dan yang tidak terpilih dapat menciptakan kondisi yang aman dan damai," jelas Bupati Landak.

Pilkades Serentak Kabupaten Landak tahun 2109 berlangsung di Kecamatan Ngabang sebanyak 14 desa, Kecamatan Mempawah Hulu sebanyak lima desa, Kecamatan Menjalin tiga desa, Kecamatan Mandor sebanyak empat desa, Kecamatan Menyuke satu desa, Kecamatan Sengah Temila 10 desa, Kecamatan Sebangki sebanyak dua desa, Kecamatan Jelimpo sebanyak 11 desa. (hms/bls)