Kamis, 12 Desember 2019


Layanan Dukcapil Meningkat 100 Persen

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 120
Layanan Dukcapil Meningkat 100 Persen

TINJAU - Sekretaris Daerah Landak, Vinsensius saat memantau pelayanan legalisir KTP dan KK di Kantor Dukcapil Landak, Selasa (19/11). Jumlah kunjungan di sana meningkat lantaran adanya pendaftaran CPNS.

LANDAK, SP – Layanan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Landak mengalami peningkatan dua kali lipat. Salah satu kegiatan yang banyak dilakukan adalah permintaan legalisir Kartu Tanda Penduduk  (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). Hal ini disebabkan ramainya antusias warga dalam pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019. 

Kepala Dukcapil Landak, Alessius Asnanda menyampaikan, sebenarnya pelayanan mereka per hari cukup padat. Rata-rata mencapai 200 sampai 300 orang. Tak jarang juga lebih dari itu.

"Dengan adanya penerimaan CPNS ini, pelayanan meningkat dua kali lipat dari hari-hari biasanya, dikarenakan banyak masyarakat yang datang untuk mengesahkan KTP atau KK. Dengan hal ini kami telah mempersiapkan diri terutama dengan adanya lonjakan pelayanan itu, kami tambah loket pengesahan," ucapnya, Selasa (19/11).

Tidak hanya di Dukcapil, jumlah pengunjung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Landak pun melonjak. Para bakal CPNS datang untuk mengurus surat keterangan sehat atau Surat Keterangan Dokter (SKD).

"Tingginya antusiasme pelamar menyebabkan tingginya pemohon SKD di RSUD Landak, selama dua hari ini, sejak hari Senin hingga Selasa tanggal 19 November 2019, telah terdaftar sekitar 450 pemohon,” kata Direktur RSUD Landak dr. Wahyu.

RSUD Landak pun mengantisipasi banyaknya pemohon dengan menambah jumlah personel, peralatan dan waktu pelayanan. Hal ini sesuai dengan instruksi Bupati Landak, Karolin Margret Natasa agar RSUD Landak melakukan langkah-langkah antisipatif agar pelayanan SKD dapat dilaksanakan dengan baik.

Untuk melihat kerja dan memastikan kelancaran, Bupati Landak sampai memerintahkan Sekretaris Daerah (Sekda) untuk memantau langsung. 

"Kita mendapatkan laporan dari petugas lapangan dan masyarakat bahwa ada lonjakan pengurusan dokumen di RSUD Landak dan Disdukcapil Landak dalam rangka penerimaan CPNS tahun ini, untuk itu saya perintahkan Sekda dan jajaran instansi terkait untuk mengecek langsung,” kata Karolin.

Sekretaris Daerah Landak, Vinsensius pun memantau langsung pembuatan Surat Keterangan Dokter (SKD) di RSUD Landak, dan pengesahan atau Legalisir Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Landak, Selasa kemarin.

"Pemantauan ini bertujuan untuk melihat langsung proses pembuatan SKD dan legalisir KTP atau KK oleh intansi terkait, sehubungan dengan masa pendaftaran CPNS," ujar Vinsensius.

Sekda Landak menyampaikan dengan langsung memantau proses pembuatan SKD di RSUD Landak dan legalisir KTP atau KK di Disdukcapil, pelayanan dipastikan cepat dan lancar.

"Saya berharap kepada intansi terkait untuk terus melakukan pelayanan dengan baik, tata krama yang baik, serta sesuai dengan prosedur yang berlaku," ujar Vinsensius. (hms/bls)

258 Formasi

PEMERINTAH Kabupaten Landak mendapatkan kuota penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk tahun 2019 dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) sebanyak 258 formasi.

"Untuk pengumuman yang disampaikan tersebut selain dipasang pada papan pengumuman BKPSDM juga penyampaian dilakukan melalui online. Bagi masyarakat yang tidak sempat datang melihat informasi ini, juga bisa mengakses secara online melalui situs dan media sosial BKPSDM, situs dan media sosial Pemerintah Kabupaten Landak, dan situs pers rilis Pemkab Landak yakni Media Center Pemkab Landak," kata Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Landak, Marsianus kemarin.

Marsianus juga menyampaikan alokasi 258 formasi tersebut diharapkan dapat mengisi kebutuhan pegawai Pemerintah Kabupaten Landak.

"Dari alokasi 258 formasi tersebut secara singkat terdiri dari tenaga teknis sebanyak 71 formasi, tenaga kesehatan sebanyak 81 formasi, tenaga pendidik sebanyak 101 formasi, khusus disabilitas sebanyak lima formasi dan untuk jelasnya dapat melihat pengumuman yang kita sebarkan," tuturnya. (hms/bls)