Sabtu, 18 Januari 2020


Karolin: Kaji Air Limbah Industri Sawit sebagai Pupuk

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 76
Karolin: Kaji Air Limbah Industri Sawit sebagai Pupuk

UJI LIMBAH - Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Landak melakukan pengkajian pemanfaatan air limbah industri kelapa sawit PT Gunung Rijuan Sejahtera (GRS) di Desa Selutung, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak

LANDAK, SP - Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Landak melakukan pengkajian pemanfaatan air limbah industri kelapa sawit PT Gunung Rijuan Sejahtera (GRS) di Desa Selutung, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak, belum lama ini.

Lahan yang menjadi lokasi pengkajian pemanfaatan air limbah industri kelapa sawit ini berada pada dua blok dengan total luasan 21,56 hektar.

Kepala Seksi Peningkatan Kapasitas dan Kerjasama DPRKPLH Kabupaten Landak, Ya’ Suharnoto mengatakan, tujuan dilakukan pengkajian air limbah industri sawit ini untuk mengetahui dampak yang diberikan dari limbah sawit terhadap berbagai aspek kehidupan dan lingkungan.

“Ini dilakukan untuk mengetahui apakah air limbah industri kelapa sawit berpengaruh terhadap kondisi tanah, dan memiliki dampak terhadap kesehatan manusia maupun makhluk hidup lainnya, kualitas air serta biota air plankton dan bentos,” jelas Ya’ Suharnoto.

Setelah dilakukan beberapa tahapan mulai dari pemaparan dari perusahaan hingga evaluasi pengkajian di lokasi rorak dan antar rorak, diketahui bahwa air limbah industri kelapa sawit ini memiliki dampak positif terhadap kesuburan tanah sehingga berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai pupuk.

“Hasil evaluasi pengkajian kemarin menunjukkan produksi tandan buah segar di lokasi pengkajian meningkat sejalan dengan limbah yang dialirkan di fladbed sebagai bahan organik penyubur atau pemupukan tanaman kelapa sawit,” ungkapnya.

Ya’ Suharnoto menambahkan berdasarkan hasil kajian juga diketahui adanya unsur nitrogen dan kalium dalam air limbah kelapa sawit tersebut yang berguna untuk kesuburan tanah.

“Aplikasi limbah cair ini berdampak positif bagi produktivitas tanaman dengan peningkatan produksi tandan buah segar (TBS) dan pengganti pupuk kimia, jumlah nitrogen dan kalium dalam limbah cair pabrik kelapa sawit sangat besar, sehingga dapat bertindak sebagai nutrisi untuk tumbuh-tumbuhan,” tambahnya.

Di tempat berbeda, Bupati Landak dr. Karolin Margret Natasa mengungkapkan pengelolaan dan pemanfaatan limbah industri sudah seharusnya dilakukan demi menjaga kelestarian lingkungan agar tidak berdampak buruk terhadap aspek kehidupan.

“Pengelolaan limbah industri sawit harus kita maksimalkan, sebisa mungkin kita bersama-sama mengurangi pencemaran lingkungan agar tidak berdampak buruk terhadap kehidupan masyarakat,” ujar Karolin.

Karolin mengatakan air hasil limbah industri kelapa sawit setelah dilakukan pengkajian bisa dimanfaatkan sebagai pupuk non kimia. Dirinya mengatakan potensi ini merupakan peluang yang harus dikembangkan.

“Setelah dilakukan pengkajian ternyata air limbah industri sawit bisa dimanfaatkan sebagai pupuk non kimia, ini merupakan potensi besar yang harus kita kembangkan di Landak guna mencukupi kebutuhan pupuk di Kabupaten Landak,” ujar Karolin. (hms)