Senin, 23 September 2019


Vaksin Anti Rabies di Melawi Tersisa 12 Vial

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 877
Vaksin Anti Rabies di Melawi Tersisa 12 Vial

Petugas menangkap seekor anjing menggunakan jaring untuk diberi vaksin anti rabies. (tempo.co)

  NANGA PINOH, SP Meskipun tahun ini kasus gigitan anjing terhadap manusia di Kabupaten Melawi jauh menurun. Namun dinas pertanian perikanan dan peternakan bersama dinas kesehatan setempat terus mewaspadai penyebaran wabah rabies di daerah tersebut.

Pihak dinas tengah gencar mempersiapkan berbagai langkah pencegahan. Terlebih gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) tak lagi berasal dari anjing saja, namun juga dari disebarkan melalui kucing.


Dinkes mencatat sepanjang tahun ini telah terjadi 35 kasus gigitan HPR. Kecamatan Nanga Pinoh tercatat sebagai  daerah dengan kasus tertinggi yakni 16 kasus.

Sementara di Kecamatan Tanah Pinoh muncul empat kasus gigitan, tapi bukan oleh anjing, melainkan kucing.
“Di Kota Baru empat kasus gigitan tersebut adalah gigitan kucing. Di mana empat orang digigit oleh kucing yang sama,” ungkap Kadinkes setempat, Ahmad Jawahir, Senin (22/8).

Sampai sekarang, status Kejadian Luar Biasa (KLB) rabies belum dicabut hingga tiga tahun ke depan.
“Gigitan terakhir pada tahun ini terjadi awal Agustus di Manggala, Kecamatan Pinoh Selatan. Hanya saja belum diketahui rabies atau tidak,” ujarnya.

Namun yang membuat miris, pihak Dinkes kini harus secara selektif memberikan VAR. Sebab jumlahnya kini kian terbatas.
“Kalau pun gigitannya tidak berbahaya, luka gigitan cukup dibersihkan menggunakan air mengalir, tidak harus diberikan vaksin,” ucapnya.

Jumlah VAR yang tersedia kini hanya berjumlah 49 vial. Bahkan sisa vaksin yang masih tersedia sekarang tinggal 12 vial.
“Vaksin yang digunakan sekarang adalah vaksin yang diberikan oleh pemerintah provinsi,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan Distankanak, Nining Yulianti menyatakan vaksin bagi HPR masih tersedia. Pihaknya intens memvaksinasi HPR baik anjing maupun kucing untuk mencegah hewan peliharaan tersebut terjangkit rabies.


“Pencegahan kami lakukan dengan memvaksinasi HPR di wilayah perbatasan Melawi dan Sintang seperti di Kecamatan Belimbing, khususnya Desa Laman Bukit, Batu Nanta, Beloyang dan Gubung,” jelasnya.


Begitu pula di Kecamatan Nanga Pinoh yang menjadi daerah gigitan tertinggi tahun ini. Beberapa desa menjadi target vaksinasi HPR di antaranya Sidomulyo, Baru, Paal, Kenual, Tanjung Niaga dan Tanjung Tengang. “Vaksinasi dilakukan pada Juli hingga Agustus ini,” ujarnya.


Terkait minimnya stok VAR, Nining meminta warga meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah penyebaran rabies lebih meluas. Salah satu caranya dengan membawa hewan peliharaan untuk mendapatkan vaksinasi.

  
“Warga korban gigitan harus segera dicuci lukanya. Saat ini, petugas vaksinator belum ada yang di VAR karena vaksinnya terbatas. Jadi hanya diberikan pada korban gigitan, khususnya gigitan anjing,” pungkasnya. (eko/and/sut)