Minggu, 22 September 2019


Di Desa Kebedu, Tebang Pohon di Hutan Tanpa Izin Didenda 60 Gram Emas

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 883
Di Desa Kebedu, Tebang Pohon di Hutan Tanpa Izin Didenda 60 Gram Emas

TANAM- Penanaman bibit pohon pada zona penanaman oleh warga Sebaju. (SP/Eko Susilo)

MELAWI, SP- Masyarakat Dusun Sebaju, Desa Kebebu, Nanga Pinoh, peduli dengan keadaan hutan sekitarnya. Walau hutan yang tersisa tak lagi luas, masyarakat setempat menunjukkan komitmennya untuk menjaga hutan.  Yakni Rasau Sebaju, sebuah hutan rawa gambut yang masih dipenuhi flora dan fauna yang khas.

Melalui Lembaga Adat bernama Pasak Sebaju, yang berfungsi menjalankan program konservasi di hutan Rasau Sebaju, masyarakat berusaha menjaga Rasau ini dengan melibatkan masyarakat sekampung. Semua warga Sebaju masuk dalam kepengurusan Pasak Sebaju. “Totalnya ada 62 KK yang terlibat,” kata Ketua Pasak Sebaju, Syahruddin ditemui di sebuah Gupung atau Pondok di Hutan Rasau Sebaju. 

Menurut Syahruddin, Pasak Sebaju memiliki sejumlah aturan adat yang dikuatkan melalui peraturan desa untuk mengatur berbagai hal terkait dengan eksploitasi hasil hutan. Seperti misalnya untuk menebang kayu di dalam hutan harus dengan seizin pengurus Pasak Sebaju. “Tanpa izin pengurus atau ketua, bisa dikenakan sanksi adat langkah lalu sebesar 40-60 real, satu real sama dengan satu gram emas,” tegas Syahrudin.

Begitu juga dengan masyarakat yang akan membangun rumah, bila ia ingin mengambil kayu di hutan, harus seizin ketua Pasak Sebaju.

Warga yang menebang kayu juga diwajibkan untuk mengganti tanaman yang telah ditebang, yakni  dengan menanam kembali minimal 10 batang bibit pohon di sekitar pohon yang telah ditebang atau di sepanjang sungai dan areal Rasau Sebaju.  “Hal ini agar pepohonan di Rasau Sebaju terus terjaga. Sehingga fungsinya sebagai daerah serapan air bisa terus terjaga,” kata Syahrudin.

Kini, lanjut Syahruddin, masyarakat Sebaju sedang melakukan program penanaman bibit berbagai jenis pepohonan. Ribuan bibit pohon sudah disiapkan pada areal yang mereka sebut zona penanaman. “Kita sudah menetapkan berbagai zona di Rasau Sebaju, mulai dari zona inti atau zona lindung yang melarang adanya penebangan hutan di kawasan ini,” pungkasnya. (eko)