Sabtu, 21 September 2019


Kapolres: Petrus Bakus Masih Anggota Polri

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 1039
Kapolres: Petrus Bakus Masih Anggota Polri

PETRUS- Reka ulang beberapa waktu lalu, saat Petrus Bakus membawa kedua anaknya. Bakus menggunakan baju tahanan dan tangan berborgol serta wajah tertutup. (SP/Dok)

NANGA PINOH, SP - Brigadir Petrus Bakus, oknum polisi Polres Melawi, yang menjadi terdakwa kasus mutilasi dua anak kandung, sudah menerima vonis dari Pengadilan Negeri (PN) Sintang. 

Putusan majelis hakim mengatakan Bakus harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ), dan tidak dapat dijatuhi hukuman pidana, karena dianggap mengidap gangguan jiwa.  Bakus sendiri, diketahui masih berstatus anggota Polri, yang berdinas di Polres Melawi. 

Kapolres Melawi AKBP Oki Waskito mengungkapkan, belum ada sidang kode etik, yang berkekuatan hukum untuk memecat Bakus dari Korps Bhayangkara.

“Statusnya masih anggota hingga sekarang. Nanti setelah putusan final dari PN, baru digelar sidang kode etik. Sidang ini juga dilakukan di Polres Melawi,” kata AKBP Oki.

Soal vonis bebas yang diberikan kepada Bakus, Oki mengakui belum menerima salinan putusan dari PN. Hanya, kemungkinan alasan hakim memutuskan terdakwa cukup dirawat di RSJ yang mengacu pada pasal 44 KUHP, dimana yang bersangkutan dianggap sakit jiwa, sehingga tidak dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Memang pembunuhannya terbukti, tetapi bila terdakwa dianggap gila, maka tidak bisa dipidana,” papar Kapolres.

Vonis Bakus disampaikan ketua majelis hakim, Edy Alex Serayok, Kamis (1/12). Hakim menyatakan,  Bakus mengidap sakit jiwa, sehingga tidak dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya. 

Vonis ini bertolak belakang dengan tuntutan JPU, yaitu hukuman penjara seumur hidup. (eko/mul)