Sisa Rp 14 Miliar, Kadiskes Minta DAK Bisa Segera Cair

Melawi

Editor sutan Dibaca : 757

Sisa Rp 14 Miliar, Kadiskes Minta DAK Bisa Segera Cair
Ilustrasi
NANGA PINOH, SP –  Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Melawi  Ahmad Jawahir berharap  sisa Dana Alokasi Khusus (DAK) 2016 bisa segera ditransferkan oleh pusat. Pasalnya, DAK untuk dinkes, masih tersisa sekitar Rp 14 miliar yang masih terutang.

“Karena tak mungkin sisa DAK yang belum ditransfer diganti dengan alokasi DAU tahun depan. Dananya mana yang akan digunakan. Dasar hukumnya juga tak ada DAK diganti dengan DAU,” ucapnya.

Menurut Jawahir, Dinkes Melawi mendapat alokasi DAK paling besar dibandingkan dengan dinas lain. Proses pencairan DAK itu juga sudah disampaikan ke pusat. Hanya untuk kepastian pencairannya masih belum diketahui. Di Pemda termasuk dinkes sebenarnya sudah tak ada lagi masalah administrasi.

“Tergantung pusatlah. Kalau tak cair, itu bisa di tuntut karena penetapan DAK sudah melalui perpres. Soal mau pakai dana DAU untuk talangan, itu juga baru dengar-dengar saja,” ungkapnya.

Jawahir memaparkan proyek 10 puskesmas termasuk gudang farmasi akan selesai pada akhir Desember 2016. "Persoalannya ini kementerian keuangan tiba-tiba membuat regulasi sekian kalinya membatasi pencairan hingga 15 Desember saja,” ujarnya.

Padahal, terang Jawahir, alokasi DAK untuk setiap daerah sudah ditetapkan melalui perpres. Sementara regulasi mulai dari pemotongan DAK yang dikenakan hampir ke seluruh daerah, termasuk pada Melawi di awal tahun 2016 sudah berdampak banyak untuk daerah sendiri.

“Harusnya batalkan pakai Perpres juga. Bukan pakai peraturan menteri. Kebijakan pusat ini akibat galau karena keuangan negara,” ujarnya.

Jawahir mengungkapkan berdasarkan  undang-undang pengadaan barang dan jasa, bahwa berakhirnya tahun anggaran hingga 31 Desember.
"Nah, bayangkan, kalau kita buat kontrak sampai 24 Desember misalnya tiba-tiba dimajukan. Kita bisa kena class action atau di PTUN,” keluhnya.  (eko/mul)