Air Sungai Pinoh Meluap, Pasar Kota Baru Tergenang

Melawi

Editor sutan Dibaca : 5944

Air Sungai Pinoh Meluap, Pasar Kota Baru Tergenang
TERGENANG- Penampakan kawasan Pasar Kota Baru, Kecamatan Tanah Pinoh mulai tergenang air. (SP/Ist)
NANGA PINOH, SP – Dalam tiga hari terakhir hujan lebat kembali mengguyur Melawi. Akibatnya debit air di Sungai Pinoh meningkat drastis. Bahkan air pasang tersebut telah meluap dan menggenangi sejumlah pemukiman warga, terutama di wilayah hulu sungai.  

“Air mulai naik sekitar pagi tadi. Saat ini sebagian daerah pasar sudah tergenang. Walau memang belum seberapa, masih kisaran di bawah satu meter,” kata Derry, salah seorang warga Kota Baru, Melawi, Rabu (1/3).


Dia memprediksi ketinggian air Sungai Pinoh masih akan terus naik. Mengingat saat ini, desa-desa sekitar bantaran sungai seperti Desa Batu Begigi dan Loka Jaya yang sebenarnya memiliki struktur tanah lebih tinggi telah mulai terendam banjir.

“Kalau beberapa hari lalu, memang sempat air naik sampai menggenangi jalan di pasar. Namun, sehari kemudian sudah surut. Nah, yang hari ini air mulai pasang, namun kemungkinan akan terus naik,” ujarnya.

Terpisah, Camat Tanah Pinoh, Armansyah mengungkapkan, pihaknya belum mengetahui persis soal adanya informasi banjir di wilayah Kota Baru,  dikarenakan dirinya masih berada di Nanga Pinoh. Namun berdasarkan pantauan dan laporan yang ia terima. Banjir kali ini sedikit berbeda seperti yang terjadi sebelumnya.
 

Armansyah melanjutkan, banjir dengan ketinggian hingga satu meter sebenarnya masih terbilang biasa di Kota Baru. Biasanya bila di hilir ini tidak pasang, maka air bisa cepat surut mengingat daerah Tanah Pinoh terbilang berada cukup tinggi.  

“Untuk antisipasi korban banjir, saat ini kita pun belum membentuk posko. Biasanya nanti akan ditangani langsung dari BPBD,” paparnya.

Dengan kembali pasangnya air Sungai Pinoh di wilayah Tanah Pinoh, maka diprediksi beberapa titik jalan provinsi khususnya yang menghubungkan Pinoh-Kota Baru juga akan kembali tergenang air.  “Yang jadi persoalan adalah akses jalan dari Pinoh-Kota Baru akan terputus karena banjir di beberapa titik, utamanya wilayah menuju Sayan maupun Sokan,” ujarnya.

“Seperti kemarin, kami terpaksa harus menyeberang menggunakan rakit dan bayar Rp50 ribu karena air naik tinggi di daerah Mentawak,” timpalnya. (eko/ang)

Baca Juga:
Polda Kalbar Kantongi Nama Pemesan Mobil Mewah Ilegal
Kajati Kalbar Sugiyono Komit Bereskan Tunggakan Perkara 
Seorang Nenek Tewas Gantung Diri