Senin, 23 September 2019


Kasus DBD Melawi Meningkat

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 733
Kasus DBD Melawi Meningkat

DBD MENINGKAT – Meningkatnya jumlah penderita DBD di Melawi yang mencapai 34 kasus hingga bulan Mei 2017, membuat warga mendesak pemerintah daerah segera melakukan fogging, baik di lingkungan perumahaan maupun sekolah.

NANGA PINOH, SP – Jumlah kasus deman berdarah dengue (DBD) masih terus meningkat di Melawi. Hingga Mei 2017 tercatat sudah ada 34 kasus yang dilaporkan dari berbagai fasilitas kesehatan ke Dinas Kesehatan setempat. Mewaspadai hal-hal buruk terjadi, warga pun meminta Dinas Kesehatan bisa segera melakukan fogging atau pengasapan di daerah-daerah rawan DBD.

Purwanto, salah seorang warga Desa Sidomulyo mengungkapkan, putranya, Gusti (7) ikut menjadi korban dari DBD. Sang anak bahkan sudah empat malam dirawat di Rumah Sakit Citra Husada (RSCH) Nanga Pinoh karena terserang DBD.

“Saya menduga anak saya  digigit nyamuk mungkin di lingkungan SDN 03 Nanga Pinoh, karena anak saya sekolah di situ,” kata Purwanto.
Dia menceritakan, ketika pulang sekolah beberapa hari yang lalu anaknya langsung kelihatan meriang seperti demam, panas badannya naik turun hingga segera dibawa ke RSCH dan dinyatakan dokter positif DBD. Purwanto pun mengeluhkan kepada Puskesmas dan Dinas Kesehatan belum mengambil langkah seperti fogging untuk mengurangi penyebaran nyamuk Aedes Aegypty yang menjadi penyebab DBD. 

  
“Sampai saat ini belum ada fogging dari Puskesmas maupun Dinkes, padahal cuaca saat ini tidak menentu,” ujarnya. Menurut dia, penanggulangan atau antisipasi serangan penyakit DBD seharusnya menjadi program utama Pemkab Melawi melalui instansi terkait setiap tahun karena bersentuhan langsung dengan masyarakat dan harus menjadi prioritas utama karena menyangkut jiwa manusia.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, di mana biasa ada kasus DBD muncul, Dinkes langsung lakukan fogging,” ucapnya. Terpisah, Camat Nanga Pinoh, Daniel meminta instansi teknis terkait bisa segera melakukan fogging dan berbagai langkah lain untuk mencegah semakin merebaknya DBD di wilayah Nanga Pinoh. Apalagi mengingat hampir sebagian besar kasus DBD di Melawi terjadi di desa-desa yang berada di dalam kota Nanga Pinoh.

“Untuk memastikan matinya nyamuk-nyamuk yang membawa penyakit DBD, saya berharap bisa dari dinas atau Puskesmas nantinya bisa lakukan fogging,” harapnya. Daniel juga meminta peran serta dari pemerintah desa melalui kepala dusun maupun  ketua RT supaya dapat menggerakkan warganya untuk bergotong-royong membersihkan lingkungan masing-masing.

“Memastikan genangan air yang menjadi tempat berkembangnya jentik-jentik nyamuk dapat dimusnahkan,” ucapnya. Dia juga berharap kepada semua keluarga untuk melakukan pencegahan, selain dari membiasakan prilaku hidup sehat, juga tidur menggunakan kelambu ataupun jangan lupa mastikan racun nyamuk terpasang dengan baik.

“Kewaspadaan dini warga, jika mendapati gejala demam, maka segera dicek, guna mendapatkan pertolongan dari para medis,” pesannya. (eko/ang)