Kucuran Dana BOS Triwulan II

Melawi

Editor Kiwi Dibaca : 773

Kucuran Dana BOS Triwulan II
DOKTER CILIK – Sejumlah pelajar di Melawi menjadi dokter cilik dalam sebuah acara yang digagas Dinas Kesehatan setempat baru-baru ini. Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Melawi mengimbau seluruh sekolah untuk menyediakan buku kurikul
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Melawi mengimbau seluruh sekolah untuk menyediakan buku kurikulum 2013 (K13) sebelum memasuki tahun ajaran baru. Sesuai dengan petunjuk teknis Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun ini, sekolah diwajibkan membeli buku pelajaran tersebut dengan dana BOS yang cair di triwulan ke II.

“Disdik Melawi sudah melakukan sosialisasi  dan workshop  untuk para kepala sekolah dan bendahara sekolah, serta membuat edaran  ke sekolah-sekolah. Jadi tidak ada alasan untuk sekolah tidak tahu  atau tidak paham, karena sudah dijelaskan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Melawi, Joko Wahyono, kemarin.
Ia menerangkan, dana BOS yang masuk ke rekening sekolah pada triwulan II ini mencapai 40 persen dari keseluruhan dana BOS 2017. Sebanyak 50 persen dari dana BOS triwulan II tersebut harus dibelikan buku K13.

“Jadi kurang lebih 20 persen dari keseluruhan dana BOS tahun 2017 dipakai untuk membeli buku pelajaran kurikulum 2013,” jelas Joko. Joko menegaskan, pembelian buku pelajaran K13 harus sudah dilakukan sebelum memasuki tahun ajaran baru 2017/2018 yang akan dimulai  pada 17  Juli.

 “Serta setiap siswa dan guru dari kelas I sampai kelas IX harus mendapatkan semua buku pelajaran atau pegangan bagi guru-guru secara gratis. Sehingga orang tua dan siswa tidak boleh dibebankan untuk membeli buku,” ujarnya.
Dikatakan Joko, ketentuan tersebut sesuai dengan Permendikbud  Nomor 7 Tahun 2017  tentang Penggunaan  Dana BOS Tahun 2017. Pembelian buku dilakukan secara online oleh sekolah tanpa  perantara kepada penyedia yang telah ditunjuk oleh LKPP.

“Pembayaran dilakukan oleh sekolah  dengan transfer rekening bank,” ucapnya.
Pembelian buku K13 dari dana BOS sejatinya sudah pernah dilakukan oleh sekolah pada awal-awal penerapan kurikulum baru tersebut. Namun setelah terjadi pergantian menteri pendidikan serta berbagai wacana penundaan hingga revisi kurikulum 2013 membuat banyak buku yang telah dibeli ini justru tak terpakai.

“Dulu sudah ada pembelian buku K13, dananya sama juga dari BOS, namun justru hanya memenuhi ruang perpustakaan karena terjadi beberapa rubahan kurikulum,” kata salah seorang guru yang enggan namanya dikorankan. (eko susilo/ang)

Komentar