Selasa, 17 September 2019


Berebut Lelang Jabatan di Melawi

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 833
Berebut Lelang Jabatan di Melawi

ilustrasi

NANGA PINOH, SP – Panitia seleksi pengisian Jabatan Tinggi Pratama sudah menutup masa pendaftaran bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ingin mengikuti lelang jabatan per 20 Juni 2017 kemarin. Total ada 42 ASN yang ikut mendaftar untuk memperebutkan posisi lima kepala dinas yang kini masih dijabat oleh pelaksana tugas (Plt).

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusi (BKPSDM), Paulus mengungkapkan, pejabat yang ikut mendaftar untuk lelang jabatan seluruhnya berasal dari Kabupaten Melawi. “Tidak ada dari luar Melawi. Walau kita sudah mengumumkan proses seleksi pengisian jabatan tinggi pratama ini ke seluruh kabupaten dan kota di Kalbar,” ungkapnya, Rabu (21/6).

Paulus mengungkapkan posisi Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menjadi jabatan yang paling banyak dilamar dengan total 15 peserta. Kemudian posisi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan 12 peserta, Dinas Pertanian dan Perikanan dengan lima peserta dan Dinas Kesehatan sebanyak empat orang peserta.

“Saat ini sampai 22 Juni esok masih dilakukan seleksi administrasi. Nanti pada 3 Juli akan diumumkan siapa saja dari 42 ASN ini yang lolos seleksi aministrasi,” katanya. Paulus pun menerangkan, 42 pelamar lelang jabatan ini tak satupun berasal dari pegawai negeri dengan golongan eselon II. Semuanya merupakan pejabat di tingkat eselon III, setingkat kepala bidang hingga sekretaris dinas. Usai ditetapkan lulus seleksi administrasi mereka akan memasuki tahapan penting dalam proses lelang jabatan ini.

“Jadi mulai tanggal 4 sampai 8 Juli 2017 nantinya, peserta lelang jabatan akan ikuti tes psikotes, kemudian diskusi kelompok, interview hingga penulisan makalah,” ujarnya.
Setelah tahapan ini, pada 8 Juli 2017 nanti, panitia akan merekap nilai masing-masing peserta dan kemudian merangking tiga terbaik untuk masing-masing jabatan.

“Baru nanti diumumkan pada 10 Juli. Tiga nama di masing-masing posisi jabatan ini kemudian akan kita sampaikan ke KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara) untuk memperoleh persetujuan dan rekomendasi,” terang Paulus. Usai mendapatkan rekomendasi dari KASN, nama-nama ini kemudian dibawa ke bupati untuk kembali dipilih menjadi satu nama untuk masing-masing kepala dinas. Di sini menjadi wewenang bupati untuk memilih serta melantik pejabat terpilih.

“Persetujuan dari KASN melihat dari prosedur lelang jabatan apakah sudah sesuai atau belum. Bisa saja nanti tidak disetujui bila ada prosedur yang salah dalam proses lelang jabatan,” ucapnya. Dari sejumlah informasi yang dihimpun, peserta lelang terdiri dari berbagai macam latar belakang, ada yang saat ini masih menjabat sebagai kepala bidang, ada pula yang sudah menduduki jabatan camat atau sekretaris dinas. Mereka dipastikan akan bertarung dengan pelaksana tugas di masing-masing dinas yang posisi jabatan kadisnya masih dilelang. (eko/ang)