Pemerintah Daerah Genjot Petani Lokal

Melawi

Editor Kiwi Dibaca : 663

Pemerintah Daerah Genjot Petani Lokal
DATA LAHAN – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Oslan Junaidi bersama anggota TNI setempat mendata sejumlah lahan yang berpotensi diiukutkan dalam program cetak sawah. Untuk tahun 2017 ini, Melawi mentargetkan luas tanam padi hingga 12 ribu hekt
NANGA PINOH, SP – Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Melawi menargetkan luas tanam padi mencapai 12 ribu hektare. Target tinggi diterapkan mengingat produksi padi yang dihasilkan dari petani belum cukup memenuhi kebutuhan beras bagi masyarakat. Kepala Bidang Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Melawi, L Budiyanto menerangkan, berdasarkan data di instansinya, luas sawah yang sudah dibuka di Melawi sebenarnya cukup luas yakni mencapai 21.409 hektare. Lahan sawah tersebut tersebar di beberapa kecamatan seluruh kabupaten.  

“Hanya saja dari 21.409 hektare itu tidak setiap tahun sawah yang sudah dibuka tersebut diambil atau dikelola oleh masyarakat untuk ditanam dengan padi,” katanya.
Dia mengungkapkan, dari 21.409 hektare itu, banter hanya lima ribu hektare yang tergarap. Kondisi seperti itu bahkan terjadi bertahun-tahun bahkan hingga saat ini. “Sehingga masih banyak potensi lahan sawah yang harus dikelola oleh masyarakat ke depan,” ujarnya.

Khusus untuk program di Dinas Pertanian tahun 2017 ini, pihaknya akan menargetkan sasaran tanam  sekitar 12 ribu hektare. Lahan tersebut tersebar di 11 kecamatan se Kabupaten Melawi.
“Target luas tanam tersebut terdiri dari padi sawah dan padi ladang,” ucapnya. Selain itu pihaknya juga akan berupaya untuk meningkat hasil produksi padi atau beras di Melawi. Di mana berdasarkan data tiga tahun terakhir, produksi gabah tahun 2014 sebanyak 28.121 ton sedangkan beras sebanyak 15.103 ton, tahun 2015 produksi gabah 36.121 ton dan beras 20.633 ton. Tahun 2016 produksi gabah 27.229 ton dan beras 15.554 ton.

“Sementara kebutuhan beras di Melawi tiap tahunnya diperkirakan 24.989 ton,” tuturnya. Kalau melihat perbandingan antara produksi beras dengan kebutuhan beras setiap tahunya di Melawi, Budi mengakui produksi beras yang ada sekarang masih kurang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat. Untuk menutupi kekurangan produksi beras tersebut, maka dilakukan perluasan lahan sawah melalui program cetak sawah.

“Selain itu pemerintah menerapkan sistem tanam dan pemberian bantuan benih dan pupuk kepada masyarakat atau petani setiap tahunnya,” papar dia. Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Melawi, Oslan Junaidi menyampaikan, untuk memenuhi kebutuhan beras di Melawi ini, mulai tahun 2017 ini pihaknya telah menargetkan hasil produksi padi lima ton per hektare.

“Sawah yang dikelola masyarakat biasanya hanya sekali panen, mulai diarahkan untuk dua kali panen setahun,” ungkapnya. Selain itu, untuk mendorong para petani agar lebih semangat lagi dalam mengolah sawahnya, pihaknya akan menampung hasil panen masyarakat baik dalam bentuk gabah maupun dalam bentuk beras.

“Selama ini masyarakat bingung, padi yang mereka hasilkan mau dijualkan ke mana, sementara kalau hanya untuk makan dari hasil sekali panen saja sudah berlebih,” ujarnya. Oslan juga memaparkan, instansinya bersama para penyuluh pertanian turun langsung ke sejumlah desa yang sedang melakukan penanaman maupun menginginkan adanya program cetak sawah. Hal ini dilakukan agar pembinaan terhadap petani terus berjalan.

“Program cetak sawah akan diupayakan akan terus digalakkan setiap tahun. Sehingga nantinya desa yang belum mendapatkan program bisa merasakan pada tahun-tahun berikutnya,” pungkasnya. (eko/ang)

Komentar