Hari Kemerdekaan Momentum Perubahan

Melawi

Editor Kiwi Dibaca : 635

Hari Kemerdekaan Momentum Perubahan
UPACARA KEMERDEKAAN - Bupati Melawi Panji menyerahkan bendera merah putih kepada Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) dalam upacara peringatan Hari Kemeredekaan Republik Indonesia ke 72 di Halaman Rumah Jabatan Bupati, Kamis (17/8).
NANGA PINOH, SP – Peringatan 17 Agustus sebagai Hari Kemerdekaan Republik Indonesia diharap tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan. Momentum ini seharusnya juga dimaknai dengan upaya ‘memerdekaan’ wilayah-wilayah yang masih kesulitan mendapatkan akses pembangunan.

Bupati Melawi Panji ditemui usai upacara peringatan detik-detik proklamasi di Rumah Jabatan Bupati, Kamis (17/8) mengatakan, momentum Hari Kemerdekaan dimaknai sebagai upaya menanamkan rasa patriotisme, cinta tanah air. Dan masyarakat diajak mengisi kemerdekaan, menjadikan diri sebagai orang yang berkualitas dan punya kepedulian serta kepekaan sosial agar bisa tahu apa yang dapat diperbuat untuk bangsa dan negara.

“Negara ini adalah negara kita bersama, inilah hidup dan jati diri kita. Jangan mudah terpecah belah dan terprovokasi. Kita ini satu Indonesia,” kata Panji. Panji menilai momen 17 Agustus menjadi salah satu langkah ke depan bagaimana nantinya masyarakat pinggiran dan masyarakat pedesaan semakin banyak menikmati-menikmati pembangunan. “Antara lain persoalan infrastruktur seperti jalan dan jembatan yang mesti semakin baik karena berfungsi sebagai penggerak roda ekonomi masyarakat,” ucapnya.

Begitu juga soal listrik, Panji mengatakan, tanpa listrik masyarakat pincang karena ini kebutuhan pokok. Karena itu, pemerintah akan terus berupaya mengkomunikasikan hal itu dengan Pemerintah Provinsi Kalbar, mengingat kewenangan bidang energi dan pertambangan telah beralih ke pemerintah provinsi.

“Tetapi kita tidak pernah berhenti, mengusulkan dan meminta, bahkan bertemu dengan pengusaha di bidang itu. Kita berharap bagaimana ke depan suasana kemerdekaan benar-benar bisa dinikmati masyarakat,” harapnya. Diakui Panji, masih banyak hal yang belum bisa dirasakan oleh masyarakat, khususnya di Melawi, walau umur negeri ini sudah mencapai 72 tahun, banyak hal yang harus dinikmati oleh masyarakat. Untuk itu pemerintah akan terus bekerja keras agar momen ini menjadi semangat baru, sehingga makna kemerdekaan yang sebenarnya terwujud.

“Yang penting masyarakat perlu tahu juga bahwa kita terus berusaha. Hanya dengan keterbatasan yang kita miliki dalam berbagai hal, terutama soal anggaran yang terbatas. Kita mengaturnya dalam skala prioritas, amat sangat berat. Semua sangat penting, dan semua harus prinsip dan mendesak,” ungkapnya.

Dikatakan Panji, kesabaran dari masyarakat Melawi menjadi kekuatan bersama agar proses pembangunan bisa dilaksanakan secara bergilir. Hanya dirinya bersama wakil bupati, ingin membuat urutan prioritas, daerah mana yang paling terisolir dan paling memerlukan akan menjadi prioritas utama.

“Sekarang ada rapat kerja camat, setiap Jumat. Tujuannya untuk pemetaaan hal-hal yang prinsip, seperti hubungan transportasi, listrik hingga potensi pertanian. Kita tak mau data asal, tapi konkret di lapangan. Kita merencanakan berdasarkan kekuatan yang ada pada kita untuk menjawab persoalan yang ada,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Melawi, Abang Tajudin mengatakan peringatan HUT RI ke 72 selain mensyukuri kemerdekaan yang diperoleh dengan susah payah oleh para pendiri dan pejuang negeri ini, juga menjadi momen introspeksi dan mengingat perjuangan para pahlawan.

“Mungkin justru masih banyak hal yang belum tersentuh oleh nilai-nilai kemerdekaan itu sendiri. Ini yang harus diupayakan oleh pemerintah bersama dengan komponen yang ada untuk memaksimalkan kekurangan yang kita miliki,” katanya. Esensi kemerdekaan memiliki makna yang luas, salah satunya bagaimana menghargai jasa para pahlawan, serta mengisi proses pembangunan yang menjadi tugas bersama.

“Kita harusnya memberikan ruang, dengan memberi perhatian pada pejuang, dan keluarga pejuang dan orang-orang yang pernah berjasa ikut memerdekaan NKRI. Perhatian terhadap para veteran juga perlu dilakukan,” katanya.  (eko/ang)