Warga Diminta Teliti Membeli Hewan Kurban

Melawi

Editor Kiwi Dibaca : 700

Warga Diminta Teliti Membeli Hewan Kurban
HEWAN KURBAN – Panitia pemotongan hewan kurban tengah mempersiapkan proses penyembelihan di Masjid Baitul Mushalli, Desa Penibung, Mempawah. Jelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Pertanian dan Perikanan Melawi ingatkan warga untuk teliti dalam membeli hewan k
NANGA PINOH, SP – Sapi dan kambing menjadi hewan yang paling banyak dicari pada bulan-bulan ini. Akibatnya menjelang Hari Raya Idul Adha atau hari raya kurban, harga sapi dan kambing pun naik tinggi.

Namun di samping itu masyarakat diminta teliti saat membeli hewan kurban
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Melawi, Nining Yuliati mengingatkan masyarakat untuk memilih dengan seksama hewan yang akan dibeli sebagai hewan kurban. Pihaknya juga sudah menyebarkan imbauan ke panitia kurban serta ke seluruh masjid dan surau terkait pengawasan pemotongan hewan kurban tersebut.

“Kami sudah mendatangi panitia-panitia kurban atau panitia Salat Idul Adha, serta mendatangi masjid-masjid dan surau-surau,” kata Nining, Rabu (23/8). Menurut Nining, pihaknya berharap kepada masyarakat agar lebih teliti dalam membeli hewan kurban. Ketelitian ini diperlukan  agar hewan kurban yang dibeli benar-benar memenuhi syarat sebagai hewan kurban.

“Persyaratan hewan kurban itu, sehat, tidak cacat dan cukup umur. Kemudian khusus untuk yang jantan tidak dikebiri dan testis masih lengkap bentuk dan letaknya simetris, dan yang betina tidak dalam kondisi hamil,” jelasnya. Nining juga menuturkan, untuk memastikan hewan kurban tersebut sehat dan layak untuk dikurbankan, pihaknya siap melakukan pemeriksaan kesehatan hewan. Bahkan kalau ada panitia kurban yang menyatakan siap untuk memeriksakan hewan kurbannya, dari dinas siap datang memeriksa kesehatannya.

“Biasanya permintaan pemeriksaan hewan qurban ini tiga hari sebelum pelaksanaan kurban,” ujarnya. Misalnya tahun ini Hari Raya Idul Adha tanggal 1 September 2017, mungkin tanggal 28 Agustus sudah ada permintaan untuk mengecek kesehatan hewan kurban.

Nining mengimbau kepada panitia kurban maupun warga yang akan melaksanakan kurban baik secara pribadi perorangan atau secara berkelompok supaya memberikan laporan kepada Dinas Pertanian dan Perikanan kalau memang dibutuhkan untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban.

“Kalau ada laporan, dan hewan kurbannya sudah siap, kami akan turun melakukan pemeriksaan kesehatannya,” tuturnya. Sementara itu, salah seorang pedagang sapi di Melawi, Yogi mengungkapkan permintaan hewan kurban tahun ini menurun jauh dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Tak hanya dirinya, tapi juga oleh para pedagang sapi lainnya di Melawi. “Selain itu juga sapi sulit didapatkan. Kalau ada harganya cukup mahal. Sekarang saja anak sapi harganya sudah dikisaran Rp10 juta,” katanya. Harga sapi juga melambung tinggi menjelang Idul Adha. Bahkan kisaran harga sapi kurban yang ia jual tahun ini paling rendah Rp15 juta dengan bobot sapi pada kisaran 70 kilogram.

“Tahun lalu permintaan cukup banyak, harga jual sapi juga tidak semahal saat ini,” katanya. (eko/ang)

Komentar