Rabu, 18 September 2019


Harga Elpiji di Melawi Tertinggi

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 574
Harga Elpiji di Melawi Tertinggi

Operasi Pasar – Masyarakat Melawi memadati lokasi operasi pasar elpiji tiga kilogram yang digelar Pertamina di lapangan kecamatan Nanga Pinoh, Selasa (12/9). Dalam sekejab, ratusan tabung elpiji yang disediakan ludes terjual.

NANGA PINOH, SP – Tingginya harga jual elpiji tiga kilogram di Kabupaten Melawi dipengaruhi berbagai penyebab. Selain dugaan penyelewengan penggunaan gas subsidi untuk masyarakat miskin tersebut, pemicu lain dikarenakan tidak adanya penetapan harga eceran tertinggi (HET) di tingkat pengecer.

Kondisi ini dikatakan Junior Sales Executive Elpiji VI Kalimantan, Aditya Herdy Permadi melalui telepon seluler, Rabu (13/9). Karena itu, dalam pelaksanaan operasi pasar yang juga digelar dua hari mulai Selasa (12/9) dan Rabu ini, harga jual elpiji hanya mengunakan HET sesuai kesepakatan agen.

“Persoalannya, Pemkab Melawi ternyata belum menetapkan HET elpiji tiga kilogram. Seharusnya HET ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati,” katanya Aditya menerangkan, dalam Peraturan Menteri diatur penetapan HET oleh pemerintah daerah. Aturan ini menurut Aditya telah diusulkan ke Pemda melawi untuk bisa dibuatkan HET elpiji tiga kilogram hanya saja usulan itu belum disepakati dan ditanggapi.

“HET yang sekarang hanya kesepakatan agen dan Pertamina. Karena itu, harga jual elpiji tiga kilogram di Melawi termasuk yang termahal, karena dipermainkan sampai menembus Rp35 ribu,” katanya. Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Diskumpdag) Melawi, Alexander mengaku belum mengetahui persis ada tidaknya penetapan HET elpji bersubsidi di Melawi. Ia masih akan mengecek karena biasanya untuk gas subsidi sudah ditetapkan HET nya di tingkat agen, pangkalan maupun eceran.

“Kalau memang tidak ada HET, nanti bisa kita buat HET nya,” katanya saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) elpiji ke sejumlah agen dan pangkalan, pekan lalu. Sementara itu, Camat Nanga Pinoh, Daniel mengatakan, untuk menanggulangi persoalan elpiji di Kota Juang, dia meminta Bupati Melawi melalui Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan mengambil langkah-langkah untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.

“Salah satu langkah yang harius dilakukan yakni stabilisasi harga elpiji tiga kilogram,” ungkapnya. Menurut dia, stabilisasi harga tersebut sangat penting dilakukan, mengingat persoalan kenaikan harga elpiji subsidi tersebut sudah sangat meresahkan masyarakat.

“Sementara kita tahu kenaikan harga merupakan aksi cari untung dari pihak pedagang pengecer saja,” ujarnya. Dikatakan dia, informasi yang diperoleh dari para agen saat sidak bersama dinas terkait belum lama ini, pasokan elpiji dari Pertamina ke agen-agen yang ada di Melawi tidak masalah, pasokannya lancar dan tidak ada pengurangan kuota. “Makanya stabilisasi harga dengan menetapkan HET di tingkat pengecer sangat penting,” tuturnya. (eko/jee)