Selasa, 24 September 2019


112 Klub Meriahkan Turnamen Tekelak Cup

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 566
112 Klub Meriahkan Turnamen Tekelak Cup

Pembukaan Turnamen: Wakil Bupati Melawi, Dadi Sunarya bersiap melakukan kick off perdana saat pembukaan turnamen sepakbola Tekelak Cup 2017 di Lapangan Pangeran Urip desa Tekelak, Sabtu (23/9) sore.

 NANGA PINOH, SP – Wakil Bupati Melawi, Dadi Sunarya membuka turnamen sepakbola Tekelak Cup di Lapangan Pangeran Urip Desa Tekelak, Sabtu (23/9) sore. Sebanyak 112 klub sepakbola dari berbagai desa berpartisipasi dalam turnamen tersebut. Dadi Sunarya berharap selain sebagai perlombaan, turnamen sepakbola juga dijadikan ajang silaturahmi untruk mempererat tali persaudaraan sesama masyarakat Melawi, khususnya para pemain yang ikut dalam pertandingan.

“Saya berharap kepada panitia dan peserta menjaga sportivitas dalam pertandingan,” ungkapnya. Menurut Dadi, dengan peserta yang berjumlah 112 klub tentunya tidaklah sedikit, bahkan turnamen ini diperkirakan bisa memakan waktu sekitar dua bulan lebih.

   “Ini tentu kerja keras bagi panitia, bahkan panitia harus rela meninggalkan pekerjaan hari-harinya demi terselenggarakannya kegiatan turnamen bola kaki ini,” ujarnya. Dikatakan Dadi, karena turnamen ini  untuk mempererat tali silaturahmi sesama masyarakat Melawi, tentu janganlah melihat besar kecilnya hadiah yang disiapkan oleh panitia.

   “Kami berharap turnamen ini berkelanjutan dan bisa digelar setiap tahun. Jadi setelah digelar tahun ini, tahun 2018 mendatang juga harus digelar kembali,” kata Dadi yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Hanura Melawi ini. Sementara, Ketua pelaksana turnamen Tekelak Cup, M. Badrun HS mengatakan,  open turnamen sepak bola Tekelak Cup 2017 ini juga bertujuan untuk persahabatan dan sekaligus  sebagai ajang silaturahmi.

“Karena itu kami berharap kepada para peserta yang ikut dalam turnamen ini supaya mentaati aturan dari panitia,” ungkapnya. Dia juga minta kepada tiap peserta atau klub bola yang telah mendaftarakan diri pada turnamen bola kaki di Desa Tekelak tersebut untuk bisa membuka diri dan berjiwa besar. Karena dalam sebuah pertandingan atau kompetisi pasti ada yang menang dan kalah.

   “Jadi tiap peserta yang andil dalam turnamen ini harus siap kalah dan siap memenang,” ujarnya. (eko/jee)