Korban Bajir Belum Terima Bantuan

Melawi

Editor Kiwi Dibaca : 485

Korban Bajir Belum Terima Bantuan
Mulai Surut – Ketinggian banjir di di Pasar Nanga Pinoh sudah mulai surut. Banjir yang terjadi menyebabkan warga tidak dapat beraktivitas. Mereka pun berharap adanya bantuan dari pemerintah.
NANGA PINOH, SP – Meskipun banjir yang terjadi di beberapa kecamatan di Melawi telah berangsur surut. Namun bantuan untuk korban banjir dari pemerintah tidak juga kunjung diberikan. Sikap yang seakan “tutup mata” dengan nasib para korban banjir dikeluhkan oleh warga.

Kepala Dusun Lengkong Nyadom, Kecamatan Ella Hilir, Anton mengatakan, sudah seharusnya pemerintah selalu siap, baik itu dalam bertindak maupun persiapan logistik untuk warga jika terjadi bencana banjir. “Sampai banjir surut, bantuan dari pemerintah pun tak kunjung datang. Padahal banyak masyarakat yang pada saat terendam banjir tidak bisa kerja, karena lahan usaha warga seperti kebun karet tak bisa disadap,” keluhnya saat dihubungi melalui seluler, Minggu (24/9).

Anton yang mewakili suara warga yang menjadi korban banjir berharap kepada pemerintah agar bisa segera memberikan bantuan. “Kami masyarakat Melawi sangat memerlukan perhatian pemerintah,” harapnya. Harapan bantuan juga disampaikan Camat Ella Hilir, Syaripudin. Meskipun banjir tidak sampai menelan korban jiwa, namun menurut dia banyak hewan ternak warga seperti sapi, kerbau, kambing dan lain-lainya terbawa hanyut oleh banjir.

“Selain itu warga juga tidak dapat menorah karet sebagai mata pencarian mereka. Petani juga banyak menderita kerugian, karena sejumlah area pertanian dan kebun karet turut direndam air,” katanya. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Melawi, Iif Usfayadi, mengkritisi pemerintah jangan berdiam diri terhadap penderitaan warga yang terkena banjir selama hampir empat hari. “Pemerintah harus tanggap. Karena ini menyangkut masyarakat Melawi,” ungkapnya.

Dikatakan Iif, pemerintah semestinya harus menjadi pemimpin yang pertama dalam penanganan bencana banjir, baik saat bencana banjir sedang berlangsung maupun penangan dampak pasca banjir. “Pemerintah jangan sampai didahului oleh organisasi-organisasi lain, pemerintah harus tampil terdepan dalam penanganan bencana banjir,” ujarnya.

Iif menegaskan, DPRD Melawi sangat menyayangkan tidak ada langkah tanggap darurat dari Pemkab Melawi, padahal dana tanggap darurat sudah ada dialokasikan pada APBD Melawi. Seharusnya dana tersebut digunakan untuk membantu masyarakat yang terkena dampak banjir.  

   “Seharusnya saat bencana banjir sedang berlangsung itu lah masyarakat kita bantu. Karena selama banjir, mereka tidak bisa beraktivitas maupun bekerja,” tuturnya. (eko/jee)