Dinkes Melawi Sediakan Rumah Tunggu Kehamilan

Melawi

Editor Kiwi Dibaca : 537

Dinkes Melawi Sediakan Rumah Tunggu Kehamilan
Gunting Pita - Pengguntingan pita oleh Ketua PKK Melawi dalam rangka peresmian Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) di Nanga Pinoh, Jumat (29/9).
NANGA PINOH, SP – Dinas Kesehatan Melawi tahun ini menyediakan Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) di tiap kecamatan. RTK yang berada dekat dengan fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit tersebut diharapkan bisa menurunkan angka kematian ibu melahirkan (AKI) atau angka kematian bayi (AKB).

Peresmian perdana RTK dilakukan di Kecamatan Nanga Pinoh oleh Ketua TP PKK Melawi, Nurbetty Eka Mulyastri Panji, Jumat (29/9). Sebuah ruko disulap menjadi RTK yang nantinya bisa dipergunakan oleh ibu hamil bersama keluarga untuk menunggu proses persalinan. Kepala Dinas Kesehatan Melawi, Ahmad Jawahir mengatakan, penyediaan RTK ini melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

Tujuanya untuk memberikan tempat bagi masyakat dari hulu atau pedalaman yang tidak punya rumah di ibu kota kecamatan. “RTK ini bukan tempat melahirkan, namun hanya rumah singgah saja, sehingga ibu-ibu yang mau melahirkan bisa mempersiapkan diri, terutama kesehatan sebelum waktu kelahiran tiba,” ungkapnya saat peresmian RTK Sayang Ibu di Kecamatan Nanga Pinoh. Di RTK ini kata Ahmad disediakan tenaga bidan 24 jam.

Bahkan di RTK tersebut juga dilengkapi dengan peralatan untuk penanganan kehamilan. Alat masak juga disediakan, sehingga ibu hamil sebelum melahirkan bersama keluarganya bisa tinggal dan masak-masak di RTK tersebut. “Ketika sudah mau melahirkan, bidan di RTK yang membawa ibu yang mau melahirkan ke tempat pelayanan kesehatan yang dituju. Kalau risiko tinggi dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.

Ia menjelaskan, RTK ini tidak hanya ketika ibu-ibu ingin melahirkan, namun juga bisa digunakan setelah proses persalinan dari Puskesmas atau Rumah Sakit sebelum pulang kerumah atau kekampungnya. “Pelayanan di RTK ini semuanya gratis, kecuali kalau ada dari pihak keluarga yang ingin beli bahan makanan untuk masak-masak di RTK mereka mesti beli sendiri,”  ucapnya. Tahun 2017 ini RTK dibangun di tiap kecamatan. Karena ke depan Dinkes Melawi ingin pelayanan ibu hamil menjadi pelayanan terdepan. Tahun ini sebagian besar bangunan untuk RTK masih sewa.

   “Untuk jangka panjangnya, kami akan menggunakan bangunan Puskesmas  lama, jadi bangunan tersebut dibenahi untuk RTK. Karena tiap kecamatan sudah memiliki bangunan Puskesmas Rawat Inap yang baru semua,” tuturnya. Sementara itu, Ketua TP PKK Melawi, Nurbetty Eka Mulyastri Panji mengatakan, dalam upaya menurunkan angka kematian ibu, setiap persalinan memang harus ditolong oleh tenaga kesehatan yang kompeten.

“Karena itu, setiap ibu hamil harus memperoleh akses yang mudah terhadap pelayanan kesehatan,” ungkapnya. Menurut dia, setiap ibu hamil mempunyai risiko kegawat daruratan obtetri saat persalinan. Maka ibu hamil diharapkan dapat didekatkan ke fasilitas kesehatan beberapa hari menjelang saat persalinan tiba.

“Dari kampung-kampung biasanya sering beresiko tinggi, tapi  mereka bingung mau ke kota, tempatnya dimana dan biayanya seperti apa. Dengan adanya RTK ini mudah-mudahan bisa mengurangi beban mereka,” tutur wanita yang biasa disapa Astrid ini. (eko/jee)