Sabtu, 21 September 2019


Kurang Pegawai, BPN Lambat Keluarkan Sertifikat

Editor:

Tajil Atifin

    |     Pembaca: 955
Kurang Pegawai, BPN Lambat Keluarkan Sertifikat

ilustrasi

NANGA PINOH, SP – Masyarakat Melawi mengeluhkan lamanya waktu penerbitan sertifikat baru oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). Padahal dalam standar pelayanan BPN pusat, proses pemecahan sertifikat hanya membutuhkan waktu 15 hari.

Seperti yang disampaikan salah seorang warga Melawi, Dedi yang melakukan pemecahan sertifikat. Menurut dia, pemecahan sertifikat yang ia ajukan ke BPN sejak sebulan lalu, hingga saat ini belum juga diterbitkan. Padahal pengajuan pemecahan diajukan bersama-sama pemilik tanah .

“Proses pemecahan sertifikat menurut lampiran II Peraturan Kepala BPN Nomor 1 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan dan Pengaturan Pertanahan, jangka waktu pemecahan sertifikat tanah milik perorangan sekitar 15 hari kerja sejak berkas yang diterima sudah lengkap dan setelah dilakukan pengukuran oleh pihak BPN. Namun yang terjadi sudah sampai sebulan lebih belum juga jadi,” keluhnya, Selasa (3/10).

Terpisah, kepala BPN Melawi, M. Rum mengatakan, pihak BPN Melawi sebetulnya menginginkan pelayanan sesuai aturan, begitu juga dalam hal pemecahan sertifikat. Namun terkendala karena kekurangan jumlah pegawai. “Sekarang ini, tenaga yang ada pada ke lapangan. Lihat saja kantor kosong, hanya saya dengan TU.

Yang lainnya melakukan pengukuran. Terlebih tahun ini kami ditargetkan 5.000 bidang sertifikat yang harus dikerjakan. Sementara petugas ukur hanya tiga orang, nah inilah kendalanya,” kata M Rum ditemui belum lama ini. Lebih lanjut Rum mengatakan, tiga orang petugas ukur tersebut termasuk kepala seksi, kemudian belum lagi yang lainnya tugas ke luar kota.

“Saya maunya semua ini tepat waktu, dan jika ada berkas di meja saya, tetap saya tandatangani,” ucapnya. Di Melawi kata Rum, pegawai BPN tercatat hanya 25 orang, terdiri dari, pegawai honor yang masuk kategori PTT 12 orang. Dan pegawai tetap 13 orang. “Yang jelas kalau pegawainya hanya 13 orang melayani se Kabupaten Melawi, saya rasa masih banyak yang kurang. Inilah yang menjadi kendala kami,” pungkasnya. (eko/jee)