RSUD Melawi Kini Miliki IPAL Berstandar Nasional

Melawi

Editor Kiwi Dibaca : 818

RSUD Melawi Kini Miliki IPAL Berstandar Nasional
Standar nasional – Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL) milik RSUD Melawi kini berstandar nasional. Pembangunan IPAL menelan dana mencapai Rp1,89 miliar.
NANGA PINOH, SP – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Melawi kini memiliki Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL) berstandar nasional. IPAL yang baru dibangun tahun ini sudah mulai beroperasi dan ditargetkan limbah yang dihasilkan akan lebih ramah lingkungan.  

Direktur RSUD Melawi, Sien Setiawan ditemui Rabu (25/10) menerangkan, IPAL dengan kapasitas 60 meter kubik ini menjadi IPAL terbesar yang dimiliki oleh fasilitas kesehatan di Melawi.  

“IPAL ini menjadi aset yang sangat kredibel. Bukan hanya sekadar untuk akreditasi rumah sakit, tapi juga bisa menaikkan kredit poin untuk meraih Piala Adipura bagi kota Melawi,” katanya.  

Sien mengungkapkan, uji fungsi IPAL RSUD Melawi sudah dilakukan pada 18 Oktober lalu oleh pelaksana proyek, TP4D, pengawas dari Dinas Pekerjaan Umum serta konsultan dari Dinas Lingkungan Hidup.  

“Uji fungsi ini berjalan dengan sukses. Dan saat ini IPAL RSUD sudah bisa digunakan sebagai pengolahan limbah di rumah sakit,” jelasnya.  

Menurut Sien, mesin IPAL yang dibangun dengan dana Rp1,89 miliar ini sudah memenuhi standar untuk mencukupi pengolahan rumah sakit tipe C. Cara kerjanya juga termasuk canggih, di mana limbah RSUD yang masuk bak penampungan IPAL akan diolah oleh mesin dan ditambahkan obat kimia dan bakteri pengurai limbah berupa biokimia dan bioteknologi serta sinar ultraviolet.  

“Sehingga limbah RSUD yang bau, kotor dan berbahaya menjadi tidak bau lagi,” katanya.   Air yang keluar dari sistem IPAL ini, lanjut Sien juga menjadi air yang bersih dan tidak berbahaya lagi bagi lingkungan. Bahkan dalam kolam output yang menampung keluaran mesin IPAL nantinya juga menjadi tempat hidup bagi ikan.

“Ikan nanti bisa hidup di kolam output yang menandakan bahwa limbah yang dihasilkan juga sudah tak lagi berbahaya,” katanya.
  Diterangkan Sien, IPAL yang dibangun tahun ini sendiri merupakan IPAL kedua yang dimiliki oleh RSUD Melawi. Sembilan tahun lalu, sebenarnya RSUD juga sudah memiliki mesin pengolah limbah. Namun tipe mesinnya memang lebih kecil dan juga sudah tua.  

“Berhubungan RSUD Melawi akan naik tipe C, maka jumlah tempat tidur juga semakin bertambah. Karena itu diperlukan mesin IPAL yang lebih besar kapasitasnya dan juga lebih canggih teknologinya agar RSUD bisa lulus akreditasi,” pungkasnya. (eko/jee)