Minggu, 20 Oktober 2019


Puskesmas Diminta Proaktif dan Jemput Bola

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 544
Puskesmas Diminta Proaktif dan Jemput Bola

Seminar Kesehatan : Bupati Melawi, Panji membuka Pra Seminar Kesehatan tingkat Kabupaten Melawi.

NANGA PINOH, SP – Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) sudah dicanangkan pemerintah untuk menurunkan beban penyakit dan meningkatkan penduduk sehat. Dukungan untuk mengkampanyekan Germas menjadi tugas berbagai sektor.

Dan kini salah satu ujung tombaknya adalah melalui puskesmas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalbar, Andi Jap dalam pra seminar kesehatan di Hotel Rajawali, Senin (30/10) siang lalu mengungkapkan, paradigma masyarakat sehat sudah ditargetkan bisa tercapai pada 2020.

“Inti pembangunan kesehatan itu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Nah, derajat kesehatan ini kan bukan dipengaruhi soal keturunan, tapi lebih banyak dipengaruhi lingkungan dan perilaku,” katanya. Menurut Andi, sebenarnya sebanyak 70 persen populasi masyarakat tidak memiliki keluhan sakit sehingga hanya sebagian kecil dari masyarakat yang membutuhkan layanan di rumah sakit maupun puskesmas.

“Tapi yang 30 persen inilah yang paling banyak menyedot dana besar untuk pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan. Karena itu, saat ini yang didorong adalah bagaimana paradigma sehat dan peningkatan mutu kualitas kesehatan,” paparnya. Karena itu, lanjut Andi, muncul program Germas mulai dikampanyekan oleh Pemerintah Pusat. Program menjadi bagian dari Program Indonesia Sehat dan masuk dalam Nawacita Presiden Jokowi. Intinya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran hidup sehat.

“Masyarakat paham dan mau serta sadar untuk hidup sehat,” ucapnya. Andi juga berharap support pemerintah terhadap anggaran kesehatan di mana sesuai dengan undang-undang kesehatan, 10 persen dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) bisa dialokasikan ke sektor kesehatan.

   “Kalau di provinsi sekarang secara total baru sekitar 8 persen dari total APBD Rp 4 triliun. Nah, Melawi kita harapkan perlahan-lahan meningkat,” katanya. Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Melawi, Ahmad Jawahir memaparkan berbagai langkah upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui peran-peran pemerintah.

Untuk mendukung Germas, ada beberapa target yang telah ditetapkan, mulai dari efisiensi petugas kesehatan, akreditasi seluruh puskesmas hingga 2019, penerapan BLUD pada puskesmas, pelaksanaan program PIS-PK dan Germas serta indikator kesehatan membaik.

“Untuk akreditasi tahun ini ditargetkan sebanyak empat puskesmas, tahun depan 6 puskesmas dan terakhir 2019 ada satu puskesmas,” katanya. Ahmad mengungkapkan secara umum puskesmas di Melawi sudah mengalami peningkatan puskesmas rawat inap yang telah memenuhi standar melalui DAK 2016 dan 2017.

 Ke depannya pihaknya berupaya mengurangi beban daerah dengan menjadikan puskesmas sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sehingga bisa dikembangkan semakin baik. “Memang masih ada hambatan terkait administrasi kepemilikan dan peruntukkan, dokumen perencanaan dan aturan terkait. SDM yang masih perlu ditingkatkan secara kuantitas dan kualitas serta dukungan anggaran yang belum sesuai uu kesehatan,” katanya. (eko/jee)