Minggu, 15 Desember 2019


Polres Melawi Tangkap DPO Curas di Sayan

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 1058
Polres Melawi Tangkap DPO Curas di Sayan

DPO - Ar alias MAN, buronan kasus pencurian dengan kekerasan di Putusibau tahun 2013 lalu telah berhasil ditangkap aparat Polres Melawi, kemarin. Dari tangan tersangka juga didapat senjata api jenis bomen. (Ist)

NANGA PINOH, SP - Seorang buronan kepolisian terkait kasus pencurian dengan kekerasan (Curas) berhasil ditangkap oleh jajaran Satreskrim Polres Melawi, Rabu (17/1) kemarin. 

Tersangka berinisial AR alias MAN alias AB dibekuk di Desa Kerangan Purun, Kecamatan Sayan. Bersama tersangka turut diamankan sebuah senjata api jenis bomen dengan tiga butir peluru.

Kapolres Melawi, AKBP Ahmad Fadlin menerangkan, pengungkapan kasus ini diawali informasi dari masyarakat bahwa ada seorang laki-laki, yang diduga DPO dari Polres Kapuas Hulu dalam kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan, pada tahun 2013 silam. Saat itu mengakibatkan korban meninggal dunia.

"Informasi yang didapatkan DPO ini diketahui berada di salah satu kantor kebun sawit PT PAL  (Palma Adinda Lestari) masuk wilayah hukum Polsek Sayan Polres Melawi, dimana saat penyaluran gaji karyawan ternyata yang bersangkutan ada di tempat itu. Kabarnya  DPO ini juga sempat melakukan pengrusakan kantor PT PAL," terang Kapolres.

Polisi pun langsung menuju TKP dan berhasil mengamankan target operasi di Sayan. Saat penangkapan tersangka mengaku dirinya adalah AR als MN als MD bin AB, yang tinggal di Purun, Sayan.

"Ia juga mengakui keterlibatannya di dalam kasus Curas di  Putusibau tahun 2013, ikut serta peran sebagai apa, masih dilakukan pendalaman oleh Reskrim Polres Melawi," ujarnya.

Bersamaan waktu dilakukan penggeledahan pada AR, didapati di dalam tasnya tiga butir peluru senjata api jenis bomen diperkirakan masih aktif. Setelah dikembangkan terus  dilakukan penggeledahan di rumahnya di dapati senjata api bomen, dan semua kepemilikanya diakui dengan jujur oleh AR.

"Hasil gelar perkara Polres Melawi bahwa yang diduga sebagai tersangka AR memenuhi unsur Pasal 1 ayat 1 UU Darurat No 12 tahun 1951 tentang Senjata Api. Dengan ancaman hukuman 20 tahun. Hingga saat ini yang bersangkutan dilakukan penahan di rumah tahanan Polres Melawi," terang Kapolres.

Dalam kesempatan ini Ahmad Fadlin mengimbau kepada masyarakat untuk menyerahkan senjata api rakitan jenis apa saja tanpa izin kepada Polri, untuk di amankan kepada pihak kepolisian. (eko/ang)