Senin, 23 September 2019


Jalan Pinoh-Ella Kembali Rusak

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 472
Jalan Pinoh-Ella Kembali Rusak

JALAN RUSAK - Sejumlah kendaraan terjebak dalam lubang dan lumpur yang di Jalan Pinoh-Ella, Melawi, kemarin. Perbaikan dari pihak perusahaan dan pemerintah tak terlalu maksimal karena tingginya curah hujan serta lalu lintas kendaraan perusahaan yang setia

Kegiatan Perbaikan Dihentikan


Camat Ella Hilir, Syaripudin 
“Perbaikan menggunakan alat berat yang disewa Dinas Pekerjaan Umum sejak 27 Januari lalu mulai dari arah Simpang Ella. Sementara perusahaan mengangkut material milik PT Erna serta membantu menyediakan alat berat,”

NANGA PINOH, SP – Perbaikan ruas Jalan Nanga Pinoh-Ella Hilir, Melawi, yang telah dilakukan selama beberapa hari seakan tak berarti. Pasalnya jalan tersebut kembali rusak setelah dilalui kendaraan bermuatan berat milik perusahaan dan masyarakat.

Camat Ella Hilir, Syaripudin yang mengawasi proyek perbaikan jalan tersebut mengungkapkan, perbaikan jalan yang melibatkan perusahaan dan pemerintah sudah berjalan sejak 15 Januari 2018.

“Perbaikan menggunakan alat berat yang disewa Dinas Pekerjaan Umum sejak 27 Januari lalu mulai dari arah Simpang Ella. Sementara perusahaan mengangkut material milik PT Erna serta membantu menyediakan alat berat,” katanya.

Persoalannya, tak seluruh perusahaan memenuhi komitmen membantu perbaikan jalan tersebut. Alat berat yang disewa Dinas Pekerjaan Umum Melawi juga hanya bekerja selama enam hari.

Koordinator pelaksanaan pekerjaan di lapangan ditunjuk PT Citra Mahkota, dibantu oleh pihak kecamatan. PT CM mengeluarkan satu unit grader, satu unit excavator di lokasi material batu milik PT Erna serta empat unit dump truck. 

Perusahaan lain ada yang membantu truk, maupun excavator dan comvektor, tapi tak maksimal karena ada yang hanya bekerja selama dua hari atau beberapa hari.

Perbaikan jalan ini sendiri dilakukan selama kurang lebih sepuluh hari dan berakhir pada 1 Februari lalu. Dipaparkan Syaripudin, saat ini perbaikan sudah dihentikan, hanya tinggal pengangkutan material batu dan tanah yang masih dilakukan PT Citra Mahkota.

“Namun jalan ini sekarang rusak kembali. Dan kami juga menunggu instruksi bupati yang informasinya akan mengumpulkan instansi terkait serta pihak perusahaan untuk langkah selanjutnya,” katanya.

Syaripudin mengungkapkan padatnya aktivitas lalu lintas kendaraan baik milik masyarakat dan perusahaan ditambah dengan beban angkutan yang tidak sesuai dengan kondisi jalan membuat kerusakan jalan semakin bertambah parah.

“Ditambah dengan curah hujan yang tinggi dan belum optimalnya langkah perbaikan. Kami dari kecamatan meminta agar Pemkab Melawi bisa melakukan rapat koordinasi kembali dengan perusahaan untuk perbaikan bersama ruas Jalan Pinoh-Ella,” harapnya.

Bupati Melawi Panji, sendiri beberapa waktu lalu sudah menyatakan akan memanggil pihak perusahaan terkait proses perbaikan Jalan Pinoh-Ella, khususnya sepanjang Simpang Tahlud hingga Semadin.

“Perbaikan jalan Simpang Tahlud hingga Ella, perusahan harus ikut berpartisipasi bersama agar bisa bersama-sama menggunakan jalan tersebut,” ucap Panji.

“Untuk sumbangan perusahaan masing-masing apakah nantinya dalam bentuk alat berat seperti dump truk, grader. Atau mungkin menyumbang material seperti pasir dan batu atau bisa saja tenaga kerja,” timpalnya.

Diungkapkan Panji, dalam realisasi di lapangan, memang masih ada perusahaan yang belum melaksanakan tanggung jawab untuk ikut berpartisipasi sesuai dengan kesepakatan bersama. Karena itu, Pemkab akan memanggil perusahaan tersebut untuk membicarakan soal pembagian tugas, mempercepat proses perbaikan dan membagi beban kerja perbaikan jalan tersebut.

"Perusahaan yang telah bersepakat memperbaiki Jalan Pinoh-Ella agar dapat bersama-sama untuk memberikan perhatian serius dalam dukungan dalam mempercepat keruskan jalan,” katanya.

Jalur Truk CPO dan TBS


Anggota DPRD Melawi, H Heri Iskandar mengatakan, sangat prihatin atas kondisi kerusakan Jalan Nanga Pinoh-Ella, utamanya mulai dari daerah Tahlud hingga Semadin Lengkong.

“Dana pembangunan jalan tersebut bersumber dari Pemkab Melawi, namun yang menikmati dan membuat hancur jalan adalah truk-truk milik perkebunan sawit,” ujarnya.

Heri mengatakan, jalan tersebut saat ini semakin parah setelah truk crude palm oil (CPO) dan angkutan truk tandan buah segar (TBS) tiada henti beroperasi siang dan malam membuat tingkat kerusakan semakin bertambah. 

“Masyarakat hanya sebentar merasakan mulusnya aspal jalan ini. Sekarang kembali rusak parah akibat pengangkutan CPO dan TBS cukup tinggi,” sebut Heri.

Ia pun meminta kepada pihak perusahaan yang melakukan perbaikan, agar timbunan tanah dan batu-batu besar tidak diturunkan di tengah-tengah badan jalan lokasi yang rusak, sehingga tidak menyulitkan warga melintasi jalan tersebut.  

“Jangan memaksakan truk bertonase tinggi melalui jalan ini. Sebaiknya perusahaan memilih jalan alternatif lain,” pungkasnya. (eko/ang)