Kamis, 19 September 2019


42 Poktan Dapat Hand Traktor, Produksi Gabah Diharapkan Meningkat

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 648
42 Poktan Dapat Hand Traktor, Produksi Gabah Diharapkan Meningkat

TRAKTOR – Sebanyak 44 hand traktor diserahkan kepada 42 kelompok tani di Melawi, Kamis (22/2). Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Melawi, Oslan Junaidi mengungkapkan, penyerahan Alsintan bantuan pusat ini diharapkan ikut mendorong peningkata

Kadistankan Melawi, Oslan Junaidi
"Alsintan diserahkan pada Poktan yang produktif. Tak ada diserahkan untuk komunitas tertentu atau kelompok tertentu. Kita objektif, dalam menentukan kelompok yang bisa mendapat bantuan,"

NANGA PINOH, SP - Sebanyak 44 unit hand traktor bantuan pusat diserahkan kepada 42 kelompok tani (Poktan) di Halaman Kantor Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan), Kamis (22/2). Penyerahan alat dan mesin pertanian (Alsintan) ini juga dilakukan sekaligus pencanangan program Pajale (padi, jagung dan kedelai)

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Melawi, Oslan Junaidi mengungkapkan, penyerahan Alsintan bantuan pusat ini diharapkan ikut mendorong peningkatan produktivitas padi di Melawi. hand traktor ini sendiri merupakan bantuan dari Kementrian Pertanian pada Tahun 2017. Namun baru terealisasi pada Februari 2018 dan langsung diserahkan kepada kelompok tani yang berhak.

"Alsintan diserahkan pada Poktan yang produktif. Tak ada diserahkan untuk komunitas tertentu atau kelompok tertentu. Kita objektif, dalam menentukan kelompok yang bisa mendapat bantuan," kata Oslan.

Dia berpesan, Alsintan yang diberikan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Apalagi dukungan dari Bupati Melawi kepada petani juga luar biasa. Dengan diserahkan Alsintan ini tetap perlu adanya pengawasan dan bimbingan pada petani agar penggunaannya dapat maksimal.

"Ini bukan milik Ketua Poktan. Jangan datang malah disimpan. Boleh ada biaya pemeliharaan, penggunaannya bergiliran. Dipakai, dijaga dan dipelihara dan diatur biaya pemeliharaan untuk kelompok sendiri," pesannya.

Selain penyerahan Alsintan, juga dilakukan pencanangan pajale yang merupakan program Kementan di 2017-2018 dimana  bentuknya berupa menanam padi bersama jagung dan kedelai atau padi dan jagung saja, serentak di lahan lahan huma, ladang, di sela pohon sawit atau karet.

"Ini Untuk meningkatkan produktifitas gabah kering. Tahun 2017 lalu ada peningkatan panen padi hingga 36 ribu ton gabah kering. Tahun ini kita targetkan peningkatan hingga 14.781 ton sesuai prediksi PPL, sehingga total pada 2018 panen padi bisa menembus 51 ribu ton,” harapnya.

Bupati Melawi Panji saat penyerahan hand traktor memberikan semangat pada kelompok tani  yang hadir. Panji juga menegaskan penyerahan Alsintan sebagai infrastuktur penunjang pertanian. Namun yang perlu ditegaskan adalah pertanian bukan menjadi program kewajiban rutinitas semata namun melainkan menjadi harapan hidup

"Kita harus menaruh harapan bahwa Pertanian tidak untuk harus memenuhi kebutuhan sendiri tetapi harus mampu menjadi bahan komuditi berorientasi bisnis,” ucapnya.

“Tanpa adanya petani bagaimana bisa hidup. Karena kita harus memanfaatkan peluang yang begitu besar ini. Karena tak semua orang bisa menjadi pegawai, menjadi pedagang. Profesi yang paling banyak di indonesia, termasuk di Melawi adalah petani," timpalnya.

Panji juga meminta berbagai program pertanian  yang begitu banyak  digalakkan pemerintah pusat bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi masyarakat Melawi menjadi masyarakat Madani, masyarakat yang mampu bertahan hidup mandiri dan tak  tergantung dengan pihak lainnya.

"Kita ingin untuk ke depan pertanian juga terus meningkat produktifitas nya dan daerah- daerah yang pernah menjadi sumber penghasil gabah bisa kembali meningkat,” jelasnya.

Percepat Kelola Sawah


Ketua Kelompok Tani asal Desa Nanga Nyuruh Ella Hilir, Diki menuturkan dengan diberikannya hand traktor diharapkan bisa mengubah cara bertani masyarakat yang ada di desanya.

"Yang tadinya petani dengan sistem berpindah-pindah sekrang dengan adanya alat ini bisa menetap di suatu tempat sehingga petani lebih mudah melakukan aktivitas pertanian," harapnya.

Diki menambahkan, nantinya alat ini sebelum digunakan terlebih dahulu akan dikompromi bersama semua anggota kelompok seperti apa sistemnya.

"Apakah nanti ditarik iuran perawatan dan sebagainya sehingga alat ini pun bisa bermanfaat untuk semua anggota," ucapnya.

Begitu pula dengan petani asal Belaban Ella, Kecamatan Menukung, Klanius Basri. Dia mengatakan keberadaan hand traktor ini bisa mempercepat proses para petani di desanya untuk mengelola sawah. Apalagi saat ini sudah cukup banyak warga setempat yang telah beralih dari ladang berpindah ke sawah. Selama ini pengolahan sawah hanya dilakukan secara manual menggunakan cangkul.

“Nantinya kita gunakan bersama dengan warga lain. Karena kami sudah bersawah cukup lama, sekitar 2008 dan 2009 lalu. Tidak hanya anggota kelompok, tapi juga warga disekitar. Kebetulan di Belaban Ella mendapat bantuan dua unit hand traktor,” terangnya. (eko/ang)