Senin, 23 September 2019


Musrenbang Pinoh Utara Prioritaskan Jalan Poros dan Sarana Pelayanan

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 385
Musrenbang Pinoh Utara Prioritaskan Jalan Poros dan Sarana Pelayanan

ASPIRASI - Camat Pinoh Utara, Yusseno, menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat dalam Musrenbang tingkat kecamatan yang digelar Rabu (7/3). (SP/Eko)

NANGA PINOH, SP – Infrastruktur menjadi dambaan masyarakat Pinoh Utara. Selain Jembatan Melawi II, prioritas pembangunan yang paling diharapkan bisa tercapai yakni jalan poros, jaringan listrik, hingga sarana pendidikan dan kesehatan.

"Ada tiga jalan poros yang sangat dibutuhkan pembangunannya di Pinoh Utara mengingat jalan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat. Sampai sekarang kita juga sangat minim sekali dengan akses transportasi yang memadai untuk masyarakat," kata Camat Pinoh Utara, Yusseno saat pembukaan Musrenbang Kecamatan, Rabu (7/3).

Selain itu juga, penerangan listrik menuju kantor Kecamatan yang saat ini belum memadai untuk menunjang aktivitas kecamatan. Secara khusus ia berharap apa yang menjadi aspirasi masyarakat Pinoh Utara bisa diakomodir Pemkab Melawi nantinya.

"Tak hanya itu, dalam Musrenbang Pinoh Utara, diusulkan sarana prasarana pendidikan yang saat ini masih kurang. Terutama gedung, ruang lokal belajar dan rumah dinas guru, serta yang lebih penting lagi bidang kesehatan terutama tenaga medis yang sangat kurang," paparnya. 

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Melawi, Kluisen yang ikut hadir dalam Musrenbang Kecamatan Pinoh Utara memaparkan masih banyak kegiatan yang berada di Pinoh Utara yang belum tepat peruntukannya, seperti pembangunan melalui dana desa.

“Seharusnya prioritas pembangunan harus sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan di desa, mengingat dana desa yang ada cukup besar untuk kepentingan masyarakat,” katanya.

Pihak desa juga wajib melihat aturan dan prioritas pembangunan. Dana desa menurutnya bisa diarahkan untuk program kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.

"Jangan semuanya diarahkan ke fisik, sementara kegiatan yang lain yang sangat diperlukan masyarakat tak bisa diprioritaskan," pesannya.

Di tempat yang sama, Kabid Pengendalian dan Evaluasi Perencanaan Pembangunan Daerah Bappeda Melawi Betty BR Lingga dalam sambutannya mengatakan Musrenbang merupakan wadah penyampaian usulan pembangunan yang dimulai dari tingkat desa hingga kabupaten.

"Usulan harus benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat. Sehingga nantinya apa yang dihasilkan dalam Musrenbang, benar-benar usulan yang mampu mengakomodir pokok-pokok pikiran dan kebutuhan masyarakat di level terbawah," jelasnya.

Betty menambahkan, usulan yang menjadi prioritas dalam perencanaan tahun anggaran mendatang sebaiknya usulan Musrenbang tahun lalu yang belum tertampung penganggarannya pada tahun ini.  (eko/ang)