Selasa, 17 September 2019


Ubah Cara Pengelolaan Sampah, DLH Melawi Dapat Bantuan Rp14,5 Miliar Bangun TPA

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 595
Ubah Cara Pengelolaan Sampah, DLH Melawi Dapat Bantuan Rp14,5 Miliar Bangun TPA

BANGUN TPA – Tampak kondisi TPA sampah milik Pemkab Melawi yang masih menggunakan sistem Open Dumping. Pemerintah pusat telah menganggarkan bantuan untuk merubah sistem pengelolaan TPA menjadi controller landfill. (SP/Eko)

Guna melakukan pengelolaan sampah lebih baik, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Melawi kini menerima bantuan dari pemerintah pusat untuk biaya pengelolaan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah. Aanggaran tersebut senilai Rp14,5 miliar dan akan dilakukan pembangunan pada tahun 2018 ini. 

SP - “TPA kita ini selama ini kan masih berupa open dumping. Nah, nantinya ke depan akan berubah menjadi controlled landfill. Nanti kita bisa memilah, mana sampah organik dan mana sampah anorganik kalau sudah berubah TPA nya,” jelas kepala DLH Melawi, Jaya Sutardi, kemarin.

Jaya menjelaskan, open dumping adalah metode penimbunan terbuka dan sering disebut metode kuno. Pada metode ini sampah dikumpulkan dan ditimbun bagitu pada suatu lahan TPA. Cara ini cukup sederhana yaitu dengan membuang sampah pada suatu legokan atau cekungan tanpa mengunakan tanah sebagai penutup sampah.

“Cara ini sudah tidak direkomendasi lagi oleh pemerintah pusat karena tidak memenuhi syarat teknis suatu TPA sampah. Open dumping sangat potensial dalam mencemari lingkungan,” katanya.

Sementara, untuk metode controlled landfill adalah  sistem pembuangan yang lebih berkembang dibanding open dumping. Pada metode ini, sampah yang datang setiap hari diratakan dan dipadatkan dengan alat barat.

Kemudian, sampah yang sudah dipadatkan tersebut dilapisi dengan tanah setiap lima atau seminggu sekali. Hal ini dilakukan untuk mengurangi bau, mengurangi perkembangbiakan lalat, dan mengurangi keluarnya gas metan. 

Selain itu, dibuat juga saluran drainase untuk mengendalikan aliran air hujan, saluran pengumpul air lindi (leachate) dan ada instalasi pengolahannya, pos pengendalian operasional, dan fasilitas pengendalian gas metan.

Lokasi TPA ini sendiri berada di Desa Tanjung Tengang, Kecamatan Nanga Pinoh. Jaya menambahkan proses lelang pengelolaan TPA juga langsung dilakukan oleh pusat, termasuk pelaksanaan pembangunannya.

“Kita tinggal menerima saja. Dan rencananya pembangunannya akan dilakukan tahun ini juga,” pungkasnya. (eko/ang)