Distribusi Logistik Pilkada di Melawi Terkendala Medan dan Cuaca

Melawi

Editor Indra W Dibaca : 441

Distribusi Logistik Pilkada di Melawi Terkendala Medan dan Cuaca
Ilustrasi. (Net)
MELAWI, SP – Kondisi cuaca dan medan jadi kendala dalam pendistribusian logistik Pilkada Serentak 2018 Kalbar. Di Kabupaten Melawi misalnya, KPU setempat mengeluhkan kondisi cuaca yang tak bisa ditebak. 

Ketua KPU Melawi, Julita bercerita, banyak desa sulit dijangkau melalui jalur darat. Opsi satu-satunya harus menggunakan jalur sungai. Saat musim hujan, akses jalan darat rusak parah lantaran masih jalan tanah.  

“Yang paling berat medannya seperti wilayah Tanah Pinoh Barat dan Belimbing. Seperti Desa Balai Agas Kecamatan Belimbing, sulit dijangkau karena jauh dan jalannya berbukit. Kalau sempat hujan sulit sekali dilalui,” katanya, Jumat (22/6).  

Sementara, Kecamatan Tanah Pinoh Barat, khususnya untuk jalur Sungai Keluas, juga sulit dijangkau saat kemarau. Akses satu-satunya menuju wilayah desa di hulu hanya melalui sungai, seperti Desa Keluas Hulu, hingga Dusun Mahikam.  

“Apalagi sekarang kondisi air surut sekali, sehingga perahu pun harus ditarik. Kami sudah meminta pada PPK agar logistik ke arah sana bisa bergeser lebih awal sehingga bisa datang tepat waktu ke desa di hulu Keluas,” katanya.

“Bisa jadi untuk membawa logistik sampai berhari-hari. Maka tanggal 25 Juni harus sudah bergeser sehingga 26 Juni sore kotak suara sudah ada. Kalau pun sambung dengan sepeda motor, hanya bisa melalui jalan tikus,” imbuhnya.

Sedangkan untuk Kecamatan Belimbing, Julita berharap agar hingga masa pemungutan suara, tidak terjadi hujan. Dengan demikian akses jalan darat bisa dilalui untuk mengangkut logistik ke desa di perhuluan.  

“Karena jalan wilayah Belimbing ini tak bisa diakses kendaraan biasa. Mobil pun harus pakai yang double gardan. Hanya mungkin mengandalkan sepeda motor,” katanya.  

Ada juga logistik yang harus dibawa dengan dua kali angkut. Seperti di Belimbing Hulu yang harus diangkut menggunakan perahu motor, kemudian disambung dengan dipikul ke desa tujuan.  

“Seperti Desa Nanga Raya, kondisi sungainya memiliki riam yang panjang. Kemudian jalan yang ada hanya jalan tikus, sulit menggunakan motor. Mungkin nanti harus dipikul setelah dibawa menggunakan perahu,” katanya.  

KPU Melawi sendiri memulai pendistribusian logistik pada 23 Juni. Mereka telah menetapkan delapan kecamatan di atas sebagai prioritas satu karena berada cukup jauh dari ibu kota Melawi serta kondisi geografis dan medan yang berat. 


Dua kecamatan lain, Pinoh Selatan dan Pinoh Utara masuk prioritas kedua dan dikirim 24 juni. Pihak kepolisian turut dilibatkan untuk pengawalan.  

“Kita menargetkan seluruh logistik sudah diterima pada 26 Juni atau H-1 di tiap TPS. Kalau kecamatan yang jauh sudah bergeser ke PPS sejak 25 Juni,” tutupnya. (eko)