Rabu, 18 September 2019


Guru Diharap Dapat Manfaatkan Beasiswa LPDP

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 358
Guru Diharap Dapat Manfaatkan Beasiswa LPDP

Ilustrasi. (Net)

NANGA PINOH, SP - Guru didorong untuk memanfaatkan peluang beasiswa di Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) agar dapat memperbaiki kualitas proses pembelajaran. Beasiswa ini memberikan kesempatan bagi guru untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan S2 hingga S3.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Melawi, Joko Wahyono mengungkapkan, untuk mendapatkan beasiswa ini diperlukan keaktifan guru dalam mencari informasi di internet.

"LPDP ini ditawarkan melalui sistem online. Jadi diperlukan keaktifan guru dalam mengakses internet. Karena mulai dari pendaftaran hingga seleksi nantinya dilakukan secara online," jelasnya, Rabu (18/7).

Joko mengungkapkan, selama ini guru Melawi yang ikut mendaftar banyak yang berhasil lulus dalam seleksi beasiswa ini. Bahkan sejak 2012, setiap tahunnya ada dua sampai empat guru yang mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan melalui LPDP.

"Guru yang lulus ini juga berasal dari berbagai jurusan. Dan ini tidak didasarkan kuota, tapi kemampuan guru itu sendiri sehingga mampu bersaing untuk memperoleh beasiswa tersebut," ujarnya.

Dilanjutkan Joko, guru yang berhasil mendapatkan beasiswa ini akan mendapat kesempatan melanjutkan jenjang pendidikan dengan dibiayai secara penuh. 

"SPP ditanggung, buku ditanggung, bahkan sampai kost atau biaya hidup dan biaya transportasi pulang pergi ditanggung," ujarnya.

Karena itu, peluang ini sudah seharusnya dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para guru yang ada di Melawi. Karena tentu akan berdampak pada peningkatan kualitas guru tersebut serta teknis mengajar ke depannya.

"Jadi ini sebenarnya tinggal tergantung pro aktif guru untuk mencari kesempatan mendapatkan beasiswa ini," katanya.

Hanya diakui joko, memang masih sangat kurang guru di Melawi yang mendaftar program ini dengan berbagai alasan. Kemungkinan di antara penyebab guru tak mencoba mendaftar karena berat untuk meninggalkan keluarga. 

"Karena selama mengikuti program LPDP, tentu dia harus meninggalkan keluarga untuk mengikuti pendidikan di Pulau Jawa, Sumatera atau Sulawesi," pungkasnya. (eko/pul)