Selasa, 17 September 2019


Pesparani Perdana Digelar di Kabupaten Melawi

Editor:

Indra W

    |     Pembaca: 506
Pesparani Perdana Digelar di Kabupaten Melawi

Pembukaan Pesparani yang ditandai dengan pemukulan gong. (SP/Eko)

NANGA PINOH, SP – Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik (Pesparani) untuk pertama kali digelar di Kabupaten Melawi. Even lomba paduan suara gereja yang mirip dengan Pesparawi ini diikuti lima Paroki yang berada di bawah Keuskupan Sintang.

Pembukaan Pesparani digelar di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Melawi, Jumat (3/8) pagi. Sebelum pembukaan, digelar pawai dengan berjalan bersama para peserta dan pelajar mulai Gereja Santa Perawan Maria diangkat ke Surga, hingga ke Pendopo.

Ketua Panitia Pesparani Paulus mengungkapkan, Pesparani yang digelar secara perdana ini akan memperlombakan empat cabang. Yakni lomba paduan suara gerejani untuk kategori anak, remaja, anak dan remaja serta dewasa, lomba menyanyikan Mazmur dengan kategori, anak, remaja, dan dewasa, lomba cerdas cermat rohani sera lomba reningan biblis.

“Peserta lomba berasal dari paroki yang ada di Melawi. Jadi satu paroki bisa membawahi dua sampai empat kecamatan,” terangnya.

Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik (LP3K) Bernardus menerangkan, even Pesparani memang mirip dengan penyelenggaran Pesparawi, hanya Pesparani dikhususkan bagi paduan suara gereja Katolik.

“Penyelenggaraan Pesparani ini jadi bagian dari seleksi atau audisi untuk nantinya memilih yang terbaik sehingga bisa mewakili Kalbar di ajang Pesparani tingkat nasional yang rencananya digelar di Ambon,” paparnya.

Pria yang akrab disapa Bernard ini menerangkan, tidak seluruh kabupaten di Kalbar bisa menyelenggarakan Pesparani. Karena sebelum menyelenggarakan even ini, harus terlebih dahulu dibentuk LP3K di kabupaten tersebut.

“Nanti yang terbaik dari Melawi, akan dibandingkan dengan kabupaten lain. Kalau dianggap terbaik, baru bisa mewakili Kalbar di tingkat nasional,” jelasnya. (eko)

Sementara itu, Bupati Melawi, Panji mengharapkan agar penyelenggaraan Pesparani ini bisa menjadi momen untuk membangun kebersamaan dan persaudaraan. Tidak hanya sekedar mengejar prestasi semata.

“Jadikan kegiatan ini untuk memuliakan nama Tuhan melalui berbagai jenis perlombaan. Semoga selanjutnya hal ini dapat diteruskan sehingga membias dalam kehidupan masyarakat,” katanya.

Panji menilai penyelenggaran Pesparani bahkan yang pertama digelar dalam wilayah Keuskupan Sintang. Kebetulan untuk tahun ini, Melawi yang dianggap mewakili pihak Keuskupan dalam even di tingkat nasional mendatang.

“Karena ini pertama digelar, saya memaklumi kalau ada kekurangan disana-sini. Tapi yang terpenting, inilah momen untuk memulai, mendalami serta memaknai sehingga kedepannya bisa semakin di tingkatkan,” harapnya. (eko)