UPJJ Belum Perbaiki Kerusakan, Kluisen: Perbaikan Mesti Lihat Skala Prioritas

Melawi

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 334

UPJJ Belum Perbaiki Kerusakan, Kluisen: Perbaikan Mesti Lihat Skala Prioritas
RUSAK - Kondisi salah satu jembatan yang mengalami rusak cukup parah di ruas Sayan-Madya Raya tahun lalu. Dewan meminta UPJJ segera melakukan perbaikan akses jalan maupun jembatan yang mengalami kerusakan. (Dok SP)
Wakil Ketua DPRD Melawi, Kluisen
“Kita meminta bupati untuk segera memanggil Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan UPJJ. Karena kita sampai saat ini tak mengetahui kegiatan UPJJ dilaksanakan dimana-mana"

NANGA PINOH, SP - Unit Pemeliharaan Jalan dan Jembatan (UPJJ) hingga saat ini belum juga bergerak untuk mengatasi akses jalan maupun jembatan yang mengalami kerusakan.

Hal tersebut dikeluhkan Wakil Ketua DPRD Melawi, Kluisen, padahal menurutnya saat ini perjalanan APBD Melawi sudah melampaui pertengahan tahun.

“Kita meminta bupati untuk segera memanggil Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan UPJJ. Karena kita sampai saat ini tak mengetahui kegiatan UPJJ dilaksanakan dimana-mana,” katanya, Minggu (5/8).

Bahkan, kata Kluisen, kadang-kadang di tahun yang lalu, kegiatan yang dikelola UPJJ tidak pada akses yang menjadi prioritas. Misalnya perbaikan jembatan putus, tapi pada ruas jalan yang jarang dilalui kendaraan.

“Jembatan yang diperbaiki entah-entah dalam satu jam ada tidak kendaraan yang lewat. Sementara ada ruas jalan yang rusak sering dilalui kendaraan dan manusia tidak diperbaiki,” katanya.

Diharapkan Kluisen, pekerjaan oleh UPJJ jangan dilaksanakan pada daerah-daerah yang sangat jarang dilalui orang dan kendaraan. Karena itu, titik yang diperbaiki juga harus tepat sasaran.

“Saya tahu betul, dimana jembatan yang tidak pernah dilalui kendaraan roda empat dan dua ini dibetulkannya,” katanya.

Kluisen mencontohkan, pada ruas jalan Sayan-Madya Raya ada beberapa titik jembatan dan jalan yang perlu perhatian UPJJ. Bahkan pernah dirinya mengajak kepala desa untuk menghadap bupati agar ada perhatian serius perbaikan jembatan.

“Karena jembatan itu sudah tinggal menunggu waktu saja. Tunggu kempunan saja kalau bahasa kita, orang itu jatuh ke bawah. Jalan juga banyak yang hampir putus, apalagi saat musim penghujan,” katanya.

Menurutnya, mumpung saat ini masih memasuki musim kemarau, UPJJ bisa segera melakukan pekerjaan perbaikan jalan. Apalagi informasi dari Bupati Melawi, Panji, setiap zona UPJJ yang dibagi berdasarkan kecamatan mendapat alokasi kurang lebih Rp1miliar lebih.

“Ya tentu dilihat juga, kecamatan ini seperti apa kondisi jalannya. Berapa kendaraan yang lewat setiap harinya. UPJJ kita minta memperhatikan kendaraan yang lewat. Tidak asal betulkan jembatan,” katanya.

Sementara itu, Bupati Melawi, Panji saat penyampaian jawaban pemerintah terhadap Interpelasi DPRD Melawi, Jumat lalu menyatakan, akan meminta UPJJ untuk menetapkan kemana saja anggaran UPJJ tersebut diletakan.

“Sesuai dengan kemampuan angggaran yang tersedia, nanti kita akan atur bersama. Dan tentunya penempatan dana UPJJ akan disesuaikan dengan skala prioritas,” katanya.

Panji mengungkapkan, setiap UPJJ sudah dialokasikan anggaran sebesar Rp1,5 miliar. Hanya saja untuk penentuan titik mana yang akan diperbaiki, Kadis PUPR bersama UPJJ mesti menggelar rapat terlebih dahulu. 

“Sehingga diketahui ruas-ruas mana saja yang harus diperbaiki,” pungkasnya.

Masih Tentukan Prioritas

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Melawi berupaya mengalokasikan dana UPJJ sesuai dengan prioritas. Menurut Kadis PUPR, Makarius Horong, sudah ada beberapa wacana titik yang akan dibangun menggunakan dana UPJJ.

“Seperti akses menuju Ulak Muid. Karena pekerjaan jalan yang didanai DAK tidak sampai ke desa tersebut," ujarnya.

Dikatakannya, mungkin nanti sisa jalan yang tak masuk dari perencanaan proyek Kota Baru-Ulak Muid, bisa disambung dengan dana UPJJ tersebut.

Penganggaran dana UPJJ, menurut Horong juga harus dibagi-bagi, mengingat begitu luasnya wilayah Kabupaten Melawi serta banyaknya titik jalan maupun jembatan yang memang memerlukan perhatian khusus.

“Tentu nanti kita akan melihat, ruas mana yang akan menjadi proritas sehingga mesti dibangun melalui UPJJ. Misalnya ruas yang banyak dilalui masyarakat dan dianggap menjadi urat nadi transportasi suatu wilayah,” tegasnya. (eko/pul)

Komentar