Senin, 23 September 2019


Bantuan PAUD Masih Kurang, Disdik: Kita Bagi Secara Adil

Editor:

Indra W

    |     Pembaca: 262
Bantuan PAUD Masih Kurang, Disdik: Kita Bagi Secara Adil

Ilustrasi. (Net)

NANGA PINOH, SP – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dinilai sangat penting bagi generasi muda. Karena itu, setiap desa saat ini didorong untuk dibangun PAUD, baik dalam bentuk kelompok bermain, maupun taman kanak-kanak.

Namun, dibalik itu ada persoalan terkait bantuan dana dari pemerintah untuk operasional PAUD yang masih dianggap minim.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Melawi, Joko Wahyono memaparkan, untuk operasional PAUD sudah dialokasikan anggaran Rp1,5 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2018.

“Dana ini sudah masuk APBD dan juga sudah kita salurkan ke sejumlah PAUD yang ada di berbagai desa. Yang menerima, mulai dari TK, Kelompok Bermain sampai Tempat Penitipan Anak,” katanya.

Dana Rp1,5 miliar ini, menurut Joko memang sebenarnya masih dibilang kurang. Mengingat jumlah peserta didik yang terdaftar dalam PAUD di Melawi bisa mencapai hampir empat ribuan.

“Sedangkan yang bisa teralokasikan dari dana ini hanya mencakup sampai dua ribuan saja,” katanya.

Menurut Joko, penyaluran dana tersebut dilakukan secara adil sesuai dengan jumlah siswa masing-masing PAUD. Dana ini juga bukan untuk dibagi-bagi ke siswa atau gurunya, tapi digunakan sekolah untuk meningkatkan sarana dan fasilitas pendukung PAUD.

“Bisa digunakan sekolah untuk membeli alat permainan, makanan tambahan dan sebagainya. Setiap lembaga PAUD, kita minta menggunakannya dengan maksimal sesuai juknis,” pungkasnya. (eko)