Pembangunan Pasar Modern di Melawi Menuai Protes

Melawi

Editor Jindan Dibaca : 352

Pembangunan Pasar Modern di Melawi Menuai Protes
impinan DPRD Melawi bersama Ketua Komisi II DPRD meninjau lokasi pembangunan pasar modern. DPRD menyesalkan bangunan pasar baru yang harus membongkar jalan serta kios sekitar. Suara Pemred/Eko Susilo
Nanga Pinoh, SP – Proses pembangunan Pasar Modern, yang berdiri di atas lahan eks Kantor Camat Nanga Pinoh menuai protes dari DPRD Melawi. 

Lembaga legislatif ini mempersoalkan pembangunan pasar yang dinilai tak terencana. Apalagi pasar yang menelan dana Rp 5,6 miliar ini juga membuat belasan kios hingga jalan harus tergusur.
 
Dua pimpinan DPRD, yakni Ketua DPRD, Abang Tajudin, bersama Wakil Ketua DPRD, Kluisen serta Ketua Komisi II yang membidangi infrastruktur, Ardeni datang langsung melihat lokasi pembangunan Pasar Modern yang berada di Jalan Juang, tepatnya di samping Bank Kalbar, Senin (3/9) siang. Pelaksanaan proyek pasar modern ini sendiri baru pada tahapan persiapan pondasi bangunan.
 
Dalam peninjauan yang tak berlangsung lama tersebut, Kluisen menilai adanya sejumlah masalah terkait proses pembangunan pasar modern. Diantaranya yakni dari sisi estetika pasar yang dianggap kurang bagus. Adanya sejumlah fasilitas umum seperti jalan yang ikut rusak. Sampai persoalan pembongkaran kios yang menjadi dampak pembangunan pasar tersebut.

“ Apalagi, kita dapat informasi, izin mendirikan bangunan (IMB) sampai saat ini belum keluar, namun proses pembangunan sudah mulai berjalan,” keluhnya.

Selain itu menurut Kluisen, bahwa lokasi pembangunan pasar juga sangat dekat dengan jalan utama yang berpengaruh kepada lalu lintas kendaraan, serta keluar masuk warga menuju pasar. Pihaknya melihat banyak pelanggaran yang terjadi dalam pelaksanaan pembangunan pasar modern ini.

“ Kita juga mempertanyakan status hukum penghilangan aset seperti kios dan jalan harus jelas dulu. Bagaimana juga dengan dokumen lingkungan, apakah sudah dibuat oleh Pemkab?,” katanya. (eko)