Kelola Dana Desa, Junjung Permai Kembangkan Program Sapi Bergulir

Melawi

Editor Angga Haksoro Dibaca : 313

Kelola Dana Desa, Junjung Permai Kembangkan Program Sapi Bergulir
Nanga Pinoh, SP – Alokasi dana desa yang dikucurkan pemerintah setiap tahun ditargetkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pengelolaan dana desa diprioritaskan untuk pembangunan usaha ekonomi.  

Seperti yang dilakukan Desa Junjung Permai, Kecamatan Belimbing Hulu yang mengelola dana desa untuk mengembangkan peternakan sapi dengan pola bergulir.  

“Kami memberikan bantuan sapi kepada warga dengan sistem bergulir. Bantuan tersebut sudah berjalan 2 tahun sejak 2017 dan 2018. Bantuan tersebut merupakan bantuan untuk pemberdayaan masyarakat,” kata Kepala Desa Junjung Permai, Subardi.  

Subardi menjelaskan, bantuan tidak diberikan satu ekor sapi untuk satu orang. Satu ekor sapi diberikan kepada dua kepala keluarga. “Dalam dua tahun belakangan ini, sudah 80 ekor sapi yang kami salurkan kepada warga.”  

Menurut Subardi, di desanya terdapat 212 kepala keluarga dengan 812 jiwa. Sebagian besar warganya mengelola dan memelihara sapi bantuan tersebut.  

“Sistemnya nanti bergulir. Hasil anakan sapi bantuan akan disalurkan lagi ke warga yang belum dapat,” kata Subardi.  

Subardi, mengatakan di Junjung Permai ketersedian pakan sapi sangat banyak. Salah satunya menggunakan pelepah sawit. “Potensi pelepah sawit ini, nantinya kita akan membeli mesin pencacah. Agar masyarakat juga mudah memberikan makanan kepada ternakannya.”  

Warga yang menerima bantuan wajib melaporkan perkembangan ternak. Bahkan jika ada sapi yang mati, harus membuat laporan serta menyertakan bukti.  

Program bantuan tersebut mendapat dukungan dari pemerintah khususnya bidang peternakan Dinas Pertanian. “Ada pendampingan untuk melakukan inseminasi. Ini berjalan baik dan rata-rata sapi sudah bunting tinggal menunggu beranak,” kata Subardi.

Bupati Melawi, Panji dalam Raker Penguatan Tugas dan Fungsi Kades beberapa waktu lalu di Pendopo Bupati mengatakan, sesuai UU 6/2014 tentang desa, saat ini desa sudah diberikan kewenangan untuk membangun desanya sendiri. “Desa sudah bukan lagi objek pembangunan, tapi menjadi titik sentral pembangunan di wilayahnya,” katanya.  

Karena itu, lanjut Panji desa diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk mengembangkan diri, menggali potensi desa dengan memajukan berbagai sektor pembangunan. “Termasuk dalam sektor pertanian dan peternakan. Inisiatif dari kepala desa ini sangat diperlukan sehingga target peningkatan kesejahteraan masyarakat benar-benar tercapai,” ujar Panji. (eko)