Senin, 23 September 2019


Lelang Proyek Online Tak Jamin Bebas Korupsi

Editor:

Angga Haksoro

    |     Pembaca: 323
Lelang Proyek Online Tak Jamin Bebas Korupsi

Nanga Pinoh, SP – Tender proyek pemerintah melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), tidak menjamin bebas korupsi. Kontraktor dan pejabat memegang prinsip, asal sama-sama untung.

Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Indonesia (Gapensi) Kabupaten Melawi, Indra Fahrudin mengatakan, prosedur lelang yang dilakukan pemerintah saat ini sudah sangat baik.  

Namun minimnya pengawasan, masih membuka peluang terjadinya ‘main mata’ pejabat pemberi proyek dengan kontraktor. Pejabat biasanya memiliki kontraktor ‘titipan’ yang biasanya dimenangkan dalam tender.     

“Terkadang yang disayangkan masih minimnya pengawasan yang bersifat persaingan usaha. Terkadang pada suatu daerah untuk tender yang dilakukan terjadi penyimpangan. Ada titipan salah satu oknum tertentu,” kata Indra, Kamis (25/10).  

Pejabat ini menurut Indra memberikan arahan untuk memenangkan kontraktor tertentu. Sehingga seberapapun canggihnya sistem lelang, hasilnya yang dimenangkan adalah kontraktor pesanan pengambil kebijakan.  

“Para pelaku usaha kontraktor kadang-kadang enggan memasukan penawaran. Daripada menghabiskan biaya administrasi yang lumayan besar,” ujarnya.  

Menurut Indra, praktik memberi fee proyek adalah hal yang lumrah. “Mulai dari pusat sampai daerah sering ada praktek fee. Sehingga adanya komitmen jelas dan berkelanjutan antara pelaku usaha dan penyedia jasa,” ujar Indra.  

Pengusaha atau kontraktor tentu akan terus mencari keuntungan dan keberlangsungan mendapatkan proyek. Tak masalah jika harus mengeluarkan fee, asal masih untung. “Asal tidak keluar dari koridor komitmen dan ada perjanjian pekerjaan,” pungkasnya. (eko)