Terlibat Narkotika, 2 Personel Polres Melawi Dipecat

Melawi

Editor Angga Haksoro Dibaca : 1192

Terlibat Narkotika, 2 Personel Polres Melawi Dipecat
Nanga Pinoh, SP – Kapolres Melawi, AKBP Ahmad Fadlin memecat dengan tidak hormat 2 personelnya karena terlibat kasus narkotika.

Upacara pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) yang digelar di halaman Mapolres, Senin (26/11) dilakukan tanpa dihadiri (in absensia) dua personel tersebut, karena masih menjalani hukuman di Lapas Sintang.
 

Personel yang dipecat dengan tidak hormat yakni Bripka Indra Gunawan dan Brigpol Roni Ardiansyah. Upacara PTDH dipimpin langsung Kapolres Melawi AKBP Ahmad Fadlin.  

Menurut Kapolres, keputusan PTDH  telah melalui mekanisme dan proses yang panjang, sesuai prosedur hukum dan selaras dengan hasil Sidang Komisi Kode Etik Polri (KEPP).  

“Kita tidak ingin hal ini terjadi di Polres Melawi. Polri senantiasa menjadi sorotan karena bersingungan langsung dengan masyarakat. Sebab itu seluruh personel Polres melawi dan PNS Polri harus menjaga etika,moral, dan perbuatan baik di lingkungan tempat tinggal maupun dalam melaksanakan tugas,” kata AKBP Ahmad Fadlin.  

Ditegaskan AKBP Ahmad Fadlin, untuk menjaga etika moral dan perbuatan anggota Polri, Polres Melawi  berkomitmen menindak tegas setiap penyimpangan.  

Dia juga mengimbau seluruh personel Polres Melawi dan jajaran untuk meningkatkan iman dan takwa kepada Tuhan agar selalu mendapat bimbingan dan petunjuk dalam setiap langkah dan tindakan.  

“Tingkatkan kedisiplinan sebagai benteng untuk mencegah dan menjauhkan diri dari perbuatan yang merugikan nama baik diri, keluarga, maupun kesatuan. Pelihara sikap, tingkah laku, dan tutur kata setiap waktu. Hindari sikap arogan,individualis, dan apatis sehingga dapat menjadi teladan bagi keluarga dan masyarakat.”  

AKBP Ahmad Fadlin juga meminta pengawasan dan pengendalian terhadap anggota dan tidak ragu menindak tegas anggota yang melakukan melanggar hukum.  

Selama periode I bulan April dan periode II bulan November 2018, Polda Kalbar telah memecat dengan tidak hormat 31 personel karena disersi dan terlibat kasus narkotika. (eko)