Peningkatan Jalan Sintang-Pinoh Diminta Berlanjut

Melawi

Editor Admin Dibaca : 240

Peningkatan Jalan Sintang-Pinoh Diminta Berlanjut
RUSAK - Ruas Jalan Sintang-Pinoh yang sedang dalam perbaikan. Tinggal beberapa kilometer jalan menuju kota Nanga Pinoh ini yang belum dilakukan peningkatan. Suara Pemred/Eko Susilo
NANGA PINOH, SP – Ruas Jalan Nasional Trans Kalimantan Poros Tengah khususnya di jalur Sintang-Pinoh sudah nyaris mulus. Namun, masih ada sisa beberapa kilometer yang belum dilakukan peningkatan sehingga kerap kali mengalami kerusakan.  

Legislator DPRD Melawi, Malin mengungkapkan perhatian pemerintah terhadap ruas jalan menuju Kota Nanga Pinoh, sebenarnya sudah sangat baik. Namun, ia tetap mengharapkan pada 2019 mendatang bisa dilakukan kembali peningkatan jalan.  

“Mengingat masih ada beberapa kilometer lagi, yakni dari Desa Labang hingga Tanjung Tengang yang belum dilakukan pelebaran dan peningkatan dengan pengaspalan. Titik ini seringkali mengalami kerusakan,” katanya.  

Malin mengungkapkan, agar mulus 100 persen, pemerintah pusat perlu kembali melakukan pengaspalan sehingga tak ada lagi lubang menganga, mulai dari Simpang Pinoh hingga ke Kota Nanga Pinoh.  

“Titik yang rentan rusak sebenarnya justru di wilayah ini. Apalagi perbaikan dari instansi terkait, sejauh ini hanya berupa penimbunan dengan sirtu, bukan lagi dengan tambal sulam menggunakan aspal. Sehingga mudah kembali rusak,” katanya.  

Dipaparkan Malin, pada 2018 ini memang sudah dilaukan peningkatan jalan lanjutan dari Batu Buil hingga ke Desa Labang. Namun, peningkatan ini tidak menyentuh pada titik jalan yang rentan rusak parah.  

“Karena itu, semoga tahun depan, jalan ini bisa mendapat perhatian kembali dari pemerintah pusat. Ya supaya kerja tidak tanggung-tanggung. Kalau dibiarkan, jalan yang belum ditingkatkan nantinya malah semakin parah,” katanya.  

Warga desa Labang, Muin meminta agar pemerintah bisa melanjutkan pembangunan atau peningkatan jalan, dengan melakukan pengaspalan di ruas Jalan Sintang-Pinoh yang tersisa. Karena bila tak segera diaspal, debu jalanan yang akan menganggu pengguna jalan maupun masyarakat yang bermukim di tepi jalan tersebut.  

“Seperti sekarang, debu kerap kali masuk ke dalam rumah. Karena jalan rusak hanya ditimbun dengan pasir dan batu,” katanya. (eko/lis)