Baru Diaspal Jalan Sayan Alami Longsor

Melawi

Editor Admin Dibaca : 468

Baru Diaspal Jalan Sayan Alami Longsor
LONGSOR - Satu titik Jalan Provinsi Pinoh-Kota Baru yang mengalami longsor di dekat Kota Sayan. Tingginya curah hujan mempengaruhi pondasi jalan, sehingga sebagian badan jalan ikut tergerus. Ist
NANGA PINOH, SP – Ruas jalan provinsi Nanga Pinoh-Kota Baru, sebagian besar sudah dilakukan peningkatan. Namun, belum lama dibangun, sudah ada ruas jalan yang mengalami longsor. Warga pun minta pihak pelaksana dan instansi terkait, segera memperbaiki  sebelum longsor semakin parah.  

Tokoh masyarakat Sayan, Ridwan Saidi mengungkapkan, titik jalan yang mengalami longsor berada di wilayah Kecamatan Sayan, tepatnya di Desa Lingkar Indah, atau 200 meter sebelum memasuki Kota Sayan atau Terminal Sayan.  

“Ruas jalan yang longsor ini sudah terjadi beberapa hari lalu. Panjang titik longsor mencapai sekitar 30 meter,” terangnya, Rabu (26/12).  

Ridwan mengungkapkan, kejadian longsor pada jalan yang belum lama diaspal ini, bisa jadi disebabkan karena intensitas hujan yang sangat tinggi selama beberapa pekan terakhir.  

Di ruas jalan yang sebenarnya sudah beraspal mulus ini, memang arus air cukup besar sehingga mampu menggerus lapisan tanah yang ada di bawahnya.  

“Kami meminta agar pihak pelaksana atau instansi terkait bisa segera menanganinya. Karena kalau dibiarkan, ditakutkan jalan yang longsor semakin luas, dan bisa menyebabkan akses jalan menuju Sayan terputus,” katanya.  

Dipaparkan Ridwan, ruas jalan yang longsor merupakan akses penghubung utama antara Kota Nanga Pinoh dengan empat kecamatan di perhuluan Sungai Pinoh. Yakni, Sayan, Tanah Pinoh, Tanah Pinoh Barat dan Sokan.  

Proyek pembangunan jalan ini sudah dimulai sejak beberapa tahun lalu. Dimana pada tahun ini dilakukan peningkatan jalan, dari arah Desa Mekar Pelita hingga ke Kota Sayan.  

“Saat ini, untuk menahan tanah agar tak semakin longsor, hanya menggunakan penahan kayu pada dinding jurang atau tanah. Ini tentu tak bertahan lama,” katanya.

Menurut Ridwan, pihak pelaksana atau Dinas PU, sebaiknya membangun gorong-gorong di atas ruas jalan yang mengalami longsor untuk mengalirkan air, karena jalur sungai yang ada di bawahnya sudah tersumbat. Genangan air ini menjadi salah satu penyebab terjadinya longsor.  

“Kemudian sisi jalan lainnya harus dibuat bronjong atau barau, sehingga bisa menahan longsor. Kalau tak dibangun, nantinya bisa semakin parah,” pesannya.  

Sampai saat ini, perbaikan pada ruas yang longsor belum dilakukan. Hanya ada papan peringatan adanya jalan yang longsor, serta garis pengaman di sekitar lokasi. (eko/lis)