Polres Melawi Ungkap Jaringan Narkoba ke Kalteng

Melawi

Editor Admin Dibaca : 600

Polres Melawi Ungkap Jaringan Narkoba ke Kalteng
DITANGKAP - Tiga tersangka kurir dan pembeli narkoba yang diamankan Satnarkoba Polres Melawi serta barang bukti sabu. Ist
NANGA PINOH, SP – Jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Melawi, berhasil mengungkap pengiriman narkoba melalui agen bus Pinoh-Pontianak. Tiga tersangka berhasil diamankan polisi dari pengembangan kasus tersebut.

Kasat Narkoba Polres Melawi, AKP Dedi F Siregar mengungkapkan kronologis pengungkapan jaringan narkoba ini. Operasi pengungkapkan distribusi narkoba yang rencananya akan dijual ke Seruyan, Kalteng berlangsung pada 18 Desember lalu.

“Kita mendapat informasi dari masyarakat, akan ada pengiriman narkotika jenis sabu dan ekstasi ke Kabupaten Melawi. Dari informasi tersebut, kita berkoordinasi dengan direktorat (Dirnarkoba Polda Kalbar), tentang kapan, dengan menggunakan apa, dalam kemasan apa barang itu dikirim,” katanya, Kamis (27/12).  

Dari informasi inilah, jajaran Satnarkoba mengetahui bahwa barang haram tersebut akan dikirim melalui agen Bus TSM. Narkoba ini akan dibongkar di agen bus tersebut. Anggota pun menunggu di tempat tersebut, hingga datang seseorang yang mengambil paket narkoba.  

“Karena kita belum mengetahui siapa yang akan mengambil. Kemudian bus datang sekitar pukul 03.00 WIB dan barang ini kemudian disimpan tempat paket. Jam 08.00 WIB pengambilnya datang. Setelah serah terima dengan penjaga agen, langsung kita amankan,” ujarnya.  

Dedi menuturkan, di tempat pengambilan paket itulah, si pengambil paket berinisial Irn disuruh membuka paket tersebut untuk mengetahui apa isinya. Yang bersangkutan sudah mengakui bahwa isinya adalah narkoba, hanya dalam bentuk apa, ia mengaku tak mengetahui.  

“Di dalam paket ditemukan dua paket, yakni satu sabu dan satu ekstasi. Kemudian kita kembangkan, ternyata Irn merupakan orang suruhan. Di agen bus itu juga terduga tersangka kita geledah dan ditemukan narkoba di luar paket tersebut,” ujarnya.  

Irn kemudian dikenakan dua laporan polisi karena terkait dengan pengiriman narkoba serta kepemilikan narkoba yang ia bawa.   Dedi pun mengungkapkan setelah dilakukan pemeriksaan, pihak ini juga mengakui, bahwa narkoba yang ia ambil dari bus TSM merupakan pesanan dari seorang warga berinisial Is yang berasal dari Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalteng.  

Dalam pengujian di Balai POM, sabu-sabu beratnya 8,05 gram dan positif mengandung metafetamin. Sedangkan untuk tiga butir ekstasi, ternyata diketahui bodong. Ekstasi ini sepertinya hanya permainan bandar, untuk mendapatkan uang tambahan.  

Total tersangka yang diamankan ada tiga, ancaman hukuman diatas lima tahun. Masing-masing berbeda peran. Ada perantara, kurir dan pembeli. Satu orang tersangka merupakan honorer Diskumdag Melawi, berinisial EJ yang berperan membeli atau memesan bahan dari Pontianak atas permintaan warga Seruyan Kalteng yang masih buron. Dua lainnya swasta. Ada juga Jd, warga Katingan, Kalteng yang biasa mengirim barang ke Seruyan. Tiga tersangka semuanya diamankan di Nanga Pinoh pada 18 Desember lalu.  

Sementara itu, Kapolres Melawi, AKBP Ahmad Fadlin dalam Press Rilis Akhir Tahun yang digelar di Aula Tribrata Polres Melawi, Kamis (27/12) mengungkapkan, kasus narkoba merupakan bagian dari kasus transnasional yang mengalami peningkatan pada 2018 ini. Secara total ada 21 kasus yang diungkap dengan total tersangka 27 orang.  

“Kasus narkoba mengalami peningkatan bila dibandingkan 2017 dengan total 13 kasus,” ujarnya.  

Fadlin menilai meningkatnya pengungkapan kasus Trans Nasional seperti narkoba berarti menunjukkan kinerja positif Polres Melawi dan jajaran. Karena, khusus narkoba, polisi harus bergerak untuk mendapatkan informasi sehingga kasus tersebut bisa terungkap.  

“Kalau polisinya tak banyak turun ke lapangan, maka jumalah kasus bisa turun, bahkan kosong. Tapi karena polisinya aktif, maka banyak kasus yang bisa diungkap,” paparnya. (eko)