Durian Jadi Aset Warga Desa Tanjung Lay

Melawi

Editor Admin Dibaca : 6792

Durian Jadi Aset Warga Desa Tanjung Lay
Durian Desa Tanjung Lay
NANGA PINOH, SP - Siapa yang tidak suka makan durian. Buah ini selalu meninggalkan aroma tersendiri bagi yang memakannya. Masyarakat rela mengeluarkan sejumlah uangnya hanya demi merasakan 'Si Raja Buah' ini.  

Akhir tahun, sepertinya merupakan masam panen raya buah durian. Tak ayal di sejumlah daerah di Kalimantan Barat terdapat pedagang yang menjual durian.  

Satu daerah penghasil buah durian di Kalbar, yakni Desa Tangjung Lay, yang terletak di Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi.  

Desa ini, memang tidak setenar dengan daerah penghasil durian lainnya di Kalbar, seperti Balai Karangan atau Batang Tarang.  

Namun, setiap masuk musim buah, desa ini layaknya toko buah yang terletak di tengah alam. Bagaimana tidak, buah musiman, seperti rambutan, rambai, langsat, manggis dan durian bermunculan.  

Dari sekian banyak buah musiaman tersebut, durian adalah buah yang paling diminati banyak warga dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi.  

Selain, bisa dimakan langsung, buah durian ini juga bisa diolah menjadi tempoyak dan dodol. Jika sudah memasuki musim durian ini, maka penghasilan masyarakat lumayan bertambah.  

Hampir di seluruh jalan pasar yang ada di Kecamatan Nanga Pinoh dipenuhi oleh buah yang memiliki tekstur duri tajam ini.  

Salah seorang pedagang buah musiman di Nanga Pinoh, Samsudin (50), mengatakan bahwa buah durian lebih banyak diminati masyarakat daripada buah manggis dan rambai yang ia jual. Dan keuntungan dari berjualan buah tersebut tidaklah cukup memuaskan, karena banyaknya persaingan.  

Persatunya, buah durian dijual dengan harga Rp10 ribu, dan jika ada yang ingin memborong banyak, maka buah ini dijual dengan harga Rp5 ribu per biji.

Sementara itu, buah-buahan lainnya, seperti manggis dan rambai juga dijual murah agar cepat laku. Harga buah manggis per kilonya hanya Rp8 ribu dan buah rambai dijual satu ikat dengan harga Rp5 ribu. 

“Dengan diletakkan harga yang murah ini, Alhamdulillah sampai beberapa hari, semua laku terjual dengan untung 30-50 persen,” kata Samsudin.  

Dikatakannya sekitar satu minggu yang lalu, harga buah yang ia jual masih terlampau tinggi, karena pada minggu tersebut belum terlalu musim. Saat ini buah durian dan manggis datang dari berbagai daerah, dan otomatis harga buah yang dijual pun mengalami penurunan harga.  

Saat ini, banyak pedagang dari berbagai macam daerah, yaitu ada yang mengaku dari Desa Tembawang Panjang, Desa Tekelak dan Desa Sidomulyo mematok harga buah yang variatif.  

Selain dijual di dalam daerah, buah durian ternyata juga dikirim ke sejumlah daerah, seperti ke Kota Pontianak. Hampir setiap minggunya satu buah truk dipenuhi buah durian berangkat ke sejumlah wilayah.  

Dari sekian banyak buah durian yang ada di Kota Pontianak, ternyata buah tersebut berasal dari Kabupaten Melawi. (*) 

Penulis: Mahasiswa IAIN Pontianak, Oji Dandi
Editor : Bob Soeryadi