Polisi Selidiki Motivasi Nena Gantung Diri di Indekos

Melawi

Editor Admin Dibaca : 453

Polisi Selidiki Motivasi Nena Gantung Diri di Indekos
NANGA PINOH, SP - Teriakan Wiro, seorang penghuni indekos BTN Kuala Belian, Desa Paal, Nanga Pinoh, Rabu (9/1) sore, mengagetkan warga sekitar. 

Sesosok wanita muda berkaos merah, bercelana jin, tergantung tepat di bawah pintu kamar dengan tali melilit leher. Tetangga bersicepat berkumpul, mendekati sumber suara, memenuhi indekos berlantai dua.

Entah mimpi apa Wiro semalam. Pulang kerja dan dikagetkan dengan pandangan di depan mata. Wanita muda itu, Laura Visima Nena (24), istrinya, tak akan dia jumpai selamanya.

Tak ada tanda penganiayaan. Ketika pintu dibuka, Nena sudah tak bernyawa. Kakinya tertekuk dengan ujung menyentuh lantai. Tali yang menopang tubuhnya, terikat di ventilasi. Dugaan sementara, Nena bunuh diri.

“Korban yang sudah tak bernyawa kemudian diturunkan dari gantungan dan jasadnya dibawa ke RSUD Melawi untuk dilakukan visum,” papar Kapolsek Nanga Pinoh, Iptu Mulai Sembiring, Kamis (10/1).

Polisi datang setelah dihubungi warga. Selain cepat bergerak mendekati Wiro yang berteriak, ternyata masyarakat cekatan berkomunikasi dengan yang berwenang. Walau sudah mengolah tempat kejadian perkara, polisi masih akan mendalami motif bunuh diri Nena. 

“Kita belum tahu mengapa yang bersangkutan bunuh diri. Saksi juga belum kita minta keterangan karena masih dalam suasana duka. Keluarganya juga sudah datang dari Ella dan belum kita ambil keterangannnya,” katanya.

Dalam indekos milik warga bernama Lukas itu, Wiro dan Nena memang tinggal bersama. Keduanya suami istri. Akan tetapi dari keterangan yang didapat polisi, mereka menikah secara kampung. Tidak tercatat oleh negara. 

Pasangan ini pun belum lama menempati indekos dua lantai itu. Beberapa tetangga menyebut mereka baru terlihat lima sampai enam bulan terakhir. Meski demikian mereka sudah saling kenal.

“Kita juga masih menunggu hasil visum. Sementara ini masih dilakukan lidik untuk memastikan bahwa ini memang murni bunuh diri,” jelasnya. (eko susilo/balasa)