Kamis, 19 September 2019


Jalan Penghubung Ella Hilir Hancur, Banyak Kawasan Berstatus Hutan

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 311
Jalan Penghubung Ella Hilir Hancur, Banyak Kawasan Berstatus Hutan

RUSAK - Jalan dari kota Pinoh menuju beberapa desa di Kecamatan Ella Hilir, rusak parah. Kerusakan itu membuat masyarakat dan moda transportasi mengalami kerugian. (Dok SP)

Camat Ella Hilir, Syaripudin
“Ada juga beberapa desa yang hampir terputus akses jalan dan jembatannya, seperti jalan menuju Desa Nanga Nyuruh, Perembang Nyuruh serta Sungai Labuk,”
 
NANGA PINOH, SP – Persoalan infrastruktur jalan dan jembatan di Kecamatan Ella Hilir, hingga kini belum terselesaikan. Akses penghubung antar desa banyak mengalami kerusakan. Utamanya dari pusat kecamatan menuju sejumlah desa. Belum lagi status kawasan hutan yang membuat pemerintah tak mudah melakukan pembangunan.

Hal ini terungkap dalam pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Ella Hilir yang digelar Selasa (29/1) lalu. Musrenbang ini hanya dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan dan Bappeda, serta sejumlah perwakilan OPD teknis lainnya.

Camat Ella Hilir, Syaripudin mengungkapkan, dari masukan masyarakat 19 desa di Kecamatan Ella Hilir, sebagian besar diantaranya memang masih terkait dengan kendala infrastruktur jalan, serta jembatan yang belum mendapat perhatian maksimal dari pemerintah.

Seperti belum adanya peningkatan pembangunan jalan dan jembatan yang rusak berat dari ibukota Kecamatan Ella Hilir ke desa, seperti Lengkong Nyadom, Nanga Kempangai, Kerangan Kora, Jabai hingga Penyuguk yang sudah dibuka sejak era Bupati Suman Kurik.

Syaripudin mengungkapkan, banyak desa yang belum memiliki akses jalan, dan hanya mengandalkan jalan perkebunan sawit atau koridor perusahaan. Seperti Desa Nyangau, Natai Compa, Sungai Mentoba, Bemban Permai serta Kahiya.

“Ada juga beberapa desa yang hampir terputus akses jalan dan jembatannya, seperti jalan menuju Desa Nanga Nyuruh, Perembang Nyuruh serta Sungai Labuk,” katanya.

Aspirasi masyarakat lain adalah, kebanyakan desa di Ella Hilir belum menikmati PLN. Bahkan, desa dalam kota Ella hanya menyala pada malam hari saja. Usulan lain adalah, rumah dinas guru di seluruh Kecamatan Ella Hilir, sebagian besar rusak berat karena belum pernah dilakukan perbaikan. 

Ada juga aspirasi dari masyarakat untuk pembangunan Stadion Batu Besi, Kecamatan Ella Hilir yang rusak berat dan belum ada pagarnya, serta usulan pembangunan jalan di Senggalang, Dusun Remayan Desa Pelempai Jaya.

Satu hal yang juga sampai saat ini belum ada solusi, terkait dengan status kawasan hutan yang mengepung hampir seluruh pemukiman masyarakat di Ella Hilir. Secara total ada 85 persen  atau 1.139 kilometer persegi masuk kawasan hutan produksi, kawasan hutan produksi terbatas, sampai kawasan hutan lindung.

“Kecamatan Ella Hilir juga belum ada yang ditetapkan sebagai hutan adat,” katanya.

Untuk tenaga guru dan kesehatan, Syaripudin mengungkapkan, hampir rata-rata desa masih kekurangan tenaga tersebut. Seperti bidan dan perawat yang tidak semuanya ada di desa-desa.

“Kemudian juga akses telekomunikasi serta internet, belum menjangkau seluruh desa di Ella Hilir,” katanya.

Syaripudin menyesalkan tidak adanya satu pun anggota DPRD asal Dapil Ella-Menukung yang hadir dalam Musrenbang tingkat kecamatan tersebut.(eko/lis)

Warga Tak Mudah Terprovokasi 

Di tempat yang sama, Kades Pelempai Jaya, Rusliladi meminta bila ada kegiatan proyek masuk ke desa, agar bisa memberitahukan pada pemerintah desa. Karena selama ini, nyaris tak pernah ada pemberitahuan bila ada kegiatan pembangunan yang berasal dari Pemkab. 

Sebelumnya, Kapolsek Ella Hilir, Ipda Moch Angga Bagus Sasongko, juga menghadiri  Musrenbang Desa Ella Hilir, Kecamatan Ella Hilir, di Balai Pertemuan Desa Ella Hilir, Kecamatan Ella Hilir, Kamis (24/1).

Kegiatan Musrenbang Desa Ella Hilir dihadiri Camat Ella Hilir, Syarifuddin, Kades Ella Hilir Budiono dan perangkat desa lainnya.

Ketua BPD Desa Ella Hilir menyampaikan tiga program yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat Desa Ella Hilir. Yaitu, program rencana pembangunan insfratuktur Desa Ella Hilir, program rencana pelayanan kesehatan, dan program rencana pelayanan pendidikan usia dini.

Angga dalam sambutannya menyampaikan kepada seluruh peserta Musrenbang, bahwa pembangunan desa sudah ada anggarannya dari pemerintah. 

“Jadi harus dipergunakan sebaik-baiknya, untuk memajukan desa, baik dari segi infrastrukturnya maupun dari segi pendidikan dan kesehatan,” ujarnya.

Ia menekankan, dalam menyikapi perkembangan Kamtibmas menjelang Pileg dan Pilpres 2019, untuk meningkatkan kewaspadaan, tidak mudah percaya terhadap isu-isu yang belum jelas kebenarannya. “Apalagi isu-isu yang mengandung unsur provokasi,” ujarnya. (pol/eko/lis)