Kamis, 24 Oktober 2019


Jalan Rusak, Rombongan Deklarasi ODF di Desa Kahiya Jalan Kaki

Editor:

Admin

    |     Pembaca: 217
Jalan Rusak, Rombongan Deklarasi ODF di Desa Kahiya Jalan Kaki

Sejumlah orang yang akan menghadiri kegiatan Deklarasi ODF harus bersusah payah untuk mencapai Desa Kahiya karena kondisi jalan yang rusak berat

NANGA PINOH, SP – Butuh perjuangan luar biasa untuk menembus Desa Kahiya, Kecamatan Ella Hilir. Rombongan Pemkab Melawi bersama PKK yang mengikuti Deklarasi Open Defecation Free (ODF) di desa tersebut harus melewati rintangan berat, mulai dari jalan berlumpur, licin dan melintasi jalan yang rusak berat.

Open Defecation Free (ODF) adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan, Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan

Deklarasi ODF ini tak dihadiri langsung Bupati Melawi, Panji. Kepala Dinas Kesehatan, Ahmad Jawahir mewakili bupati datang ke Desa Kahiya bersama Ketua Tim Penggerak PKK, Nurbetty Eka Mulyastri Panji termasuk Camat Ella, Syaripudin serta sejumlah tamu rombongan lainnya. Beratnya medan kali ini membuat mobil dinas yang membawa istri bupati ini bahkan sampai harus balik ke Nanga Pinoh karena rusak.

Camat Ella Hilir, Syaripudin mengungkapkan kondisi jalan menuju Kahiya memang menjadi gambaran buruknya infrastruktur di hampir sebagian besar desa di kecamatan Ella. Akses yang masih berupa jalan tanah sehingga saat intensitas hujan meninggi membuat jalan menjadi licin dan berlumpur. Ia sendiri harus jatuh bangun melintasi jalan tersebut dengan menggunakan roda dua.

“Untungnya mobil gardan milik Dinas Kesehatan masih bisa menembus hingga ke Desa Kahiya sehingga bisa membawa rombongan dari Kabupaten, termasuk ibu Ketua PKK. Walau sampai berjalan kaki agar bisa mengikuti Deklarasi ODF di Kahiya,” katanya.

Syaripudin pun berharap dengan momentum Deklarasi ODF, ada perhatian dari Pemkab Melawi terhadap pembangunan di Desa Kahiya, terutama untuk infrastruktur jalan dan jembatan Batu Kipas yang saat ini kondisinya rusak berat.

“Jalan Batu Kipas ini menjadi akses penghubung transportasi Desa Kahiya, Desa Bemban Permai dan desa menuju ibu kota Ella Hilir. Walau memang saat ini, masih banyak yang melintasi jalan kebun sawit milik masyarakat,” paparnya.

Kepala Dinkes Melawi, Ahmad Jawahir saat membacakan sambutan Bupati Melawi, mengatakan Deklarasi ODF sudah delapan kali untuk tingkat kabupaten. Sedangkan Kahiya menjadi desa kedua, setelah Nyangau pada 2018 lalu di Kecamatan Ella Hilir.

“Harapannnya, deklarasi ODF Desa Kahiya bisa menjadi motivasi bagi desa lainnya di Melawi untuk dapat melakukan deklarasi serupa. Gerakan Stop Buang Air Besar Sembarangan memang tidak mudah, utamanya mengubah perilaku atau kebiasan lama,” katanya.

Menurut Jawahir, perlu ada pembinaan yang rutin dan lama agar masyarakat paham terhadap BAB sembarangan yang dapat mengakibatkan timbulnya penyakit seperti diare, kurang gizi serta stunting dan berdampak pada lingkungan yang tidak sehat.

“Mewujudkan ODF perlu ada kerja sama dari masyarakat, pemerintah desa, kecamatan, hingga pusat. Termasuk organisasi seperti PKK dan organisasi lainnya,” ucapnya.

Sementara itu, Kades Kahiya, Samuel Aket mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung deklarasi ODF, termasuk Pemkab Melawi, masyarakat Kahiya, termasuk lembaga dan organisasi di luar, seperti WVI.

“Kami juga berharap Pemkab Melawi bisa memperhatikan soal pembangunan insrastruktur seperti jalan, perumahan guru yang sudah rusak serta jembatan menuju desa kami. Termasuk juga kami meminta agar adanya tenaga kesehatan di desa kami,” harapnya. (eko)