Banyak e-KTP Belum Diambil Pemilik

Melawi

Editor Kiwi Dibaca : 225

Banyak e-KTP Belum Diambil Pemilik
ilustrasi
Nanga Pinoh, SP – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Melawi, terus memproses percetakan KTP Elektronik yang sempat tertunda karena keterbatasan blanko. Ribuan KTP pun sudah dicetak, termasuk milik masyarakat yang melakukan perekaman sejak 2017 lalu.  

Sekretaris Disdukcapil Melawi, Hamidun mengungkapkan, instansinya sudah mencetak seluruh KTP yang direkam pada medio 2017 hingga akhir 2018.

Blanko KTP pun sudah tak lagi terkendala, termasuk tinta printer untuk mencetak KTP el yang kerap menjadi masalah pada tahun-tahun sebelumnya.  

“Warga yang sudah pernah merekam dan punya suket (Surat Keterangan), bisa segera datang ke Disdukcapil untuk menukarkan suketnya dengan KTP el,” katanya.  

Sementara, bagi warga yang baru akan melakukan perekaman, maka bisa langsung mendapatkan KTP el, bila jaringan di Disdukcapil dalam kondisi baik.

 “Kalau pun bermasalah, paling lama seminggu untuk menunggu selesai cetak KTP el,” katanya.  

Persoalan kini adalah, masih banyak KTP el yang belum diambil pemiliknya. Terutama warga dari desa yang berjarak cukup jauh dari kota Nanga Pinoh. Banyak perekaman yang dilakukan Disdukcapil langsung di desa-desa atau di kecamatan.  

“Yang ini banyak belum diambil KTP el nya. Alasannya jarak terlalu jauh dan biaya untuk turun ke Nanga Pinoh mahal,” katanya.  

Hamidun mengungkapkan, tak jarang ia menitipkan KTP-KTP tersebut pada perangkat desa yang kebetulan singgah ke Disdukcapil. Sehingga KTP ini bisa disampaikan oleh perangkat desa tersebut pada warganya.  

“Kita berharap kades-kades bisa membantu membawakan KTP-KTP ini ke warganya. Kan rata-rata kades sering turun ke Nanga Pinoh. Sehingga bisa meringankan biaya warga untuk turun mengambil KTP di kantor Disdukcapil,” katanya.  

Data terbaru di Disdukcapil, dari total 169.579 wajib KTP di Kabupaten Melawi, masih ada 37.054 penduduk yang belum melakukan perekaman. Yang sudah merekam saat ini 132.075 penduduk.  

“Jumlah ini terus berubah karena bertambahnya penduduk yang melakukan perekaman setiap harinya,” pungkas Hamidun. (eko/lis)